Peristiwa - Daerah

Bupati Malang Lepas 146 Atlet Puslatkab ke Semarang

Bupati Malang Lepas 146 Atlet Puslatkab ke Semarang Bupati Malang, DR H Rendra Kresna saat bersama para atlet yang akan mengikuti try-out di Semarang. (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)
Jum'at, 13 Juli 2018 - 08:04

TIMESINDONESIA, MALANGBupati Malang, DR H Rendra Kresna, Jumat (13/7/2018) pagi melepas 146 atlet Pusat Latihan Kabupaten (Puslabkab) KONI Kabupaten Malang dari Pendopo Agung ke Semarang.

Dalam pelepasan itu, Bupati didampingi Kadispora Choirul Fathoni, Wakil Ketua Umum KONI Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo serta sejumlah pengurus KONI Kabupaten Malang.

Para atlet itu terdiri dari 93 atlet perempuan dan 53 atlet laki-laki. Mereka diangkut lima buah bus dan akan menjalani try out selama dua hari di kota lumpia ini. Ada sembilan cabang olahraga (cabor) yang di try out di ibu kota Jawa Tengah ini. Cabor itu terdiri dari Muaythai, Volly Pasir, Tenis Lapangan, Tae Kwondo, Kempo, Senam, Pencak Silat, Gulat dan Bulutangkis.

Rendra-Krn.jpg

Ketua Harian KONI Kabupaten Malang, H Imam Zuhdi mengatakan ini merupakan try out kali pertama dilakukan di luar provinsi. "Kami pilih Semarang, karena prestasi olahraga di Semarang cukup tinggi," katanya.

Try out selama dua hari itu dinilai cukup untuk dijadikan modal evaluasi bagi para manager, official dan Ketua Cabor yang mengikuti mereka ke Semarang. Dalam try out kali ini masing-masing cabor akan diikuti oleh lima orang yang terdiri dari manager dan official.

"Para manager dan official itulah yang nanti akan melakukan evaluasi. Namun yang jelas try out ini untuk proyeksi PORPROV 2019 Jawa Timur yang akan digelar di kota Gresik," ucapnya.

Bupati Malang mengatakan segala hal tentang try out ini harus dipahami oleh semua komponen.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini. Karena try out yang dilakukan di luar ini untuk menjadikan para atlet  terbiasa berhadapan dengan publik, massa, suporter. Karena suporter itu tidak keseluruhan menjadi pendukung, namun bisa jadi pendukung lawan," katanya.

Atlet-Malang.jpg

Di sinilah, lanjut Bupati, letak ujiannya itu karena kekuatan mental dan kemampuan mengolah keadaan sangat dibutuhkan di ruang ini. Seorang Atlet tidak hanya dituntut menguasai olah raga yang digelutinya. "Prestasi itu bisa datang karena faktor ekstern mulai dari pelatih, lawan tanding, juri, wasit sampai suporter," ujarnya lagi.

Karena itu seorang atlet yang mentalnya bukan mental juara, tatkala berhadapan dengan publik di tempat terbuka, maka kepiawaiannya tadi akan mengalami drop, degradasi bahkan kehilangan kemampuannya sama sekali.

"Maka latih tanding atau try out bagi atlet-atlet Kabupaten Malang seperti ini perlu. Pesan saya jaga kesehatan dan jaga nama baik Kabupaten Malang ," tegas Bupati Malang Rendra Kresna(*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration