Senin, 22 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Bintaos akan Merobohkan Batu Nisan Raksasa Miliknya

Bintaos akan Merobohkan Batu Nisan Raksasa Miliknya Nur Slamet (Bintaos) berpakaian unik, saat menghadiri pertemuan dengan Bakorpakem Kabupaten Probolinggo, di Kejaksaan Negeri Kraksaan.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kamis, 12 Juli 2018 - 15:58

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Nur Slamet atau Bintaos akan merobohkan batu nisan raksasa miliknya, yang dibangun 5 bulan lalu, di Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan langsung Bintaos, saat menghadairi pertemuan dengan Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten setempat, di kantor Kejaksaan Negeri Kraksaan, Kamis (12/7/2018).

Batu-Nisan-Raksasa-Probolinggo.jpg

Bintaos bersedia tanpa ada paksaan untuk membongkar batu nisan raksasa itu, setelah mendapati kesepakatan bersama dalam  pertemuan itu. Tim Bakorpakem sendiri hanya memberi waktu dua pekan untuk merobohkan atau membongkar batu nisan raksasa yang tengah viral tersebut.

“Saya sebagai umat Islam dan warga yang baik, menerima langkah-langkah dari Bakorpakem dan masukan dari para ulama, agar situasi Probolinggo, tetap kondusif, saya minta maaf jika seni saya itu dianggap melanggar,” ujar Bintaos, usai peretmuan itu.

Bintaos mengungkapkan, dirinya siap membongkar batu nisa raksasa yang ada di lahan milinya. Dengan syarat sampah bongkarannya juga dibersihkan oleh pihak terkait, agar bisa ditanami tembakau.

“Saya tidak akan minta ganti rugi, meski saya bangun batu nisan itu menghabiskan dana sebesar Rp 150 juta. Biarlah, karena itu risiko bagi saya pribadi. Dan saya membuat itu tidak ada sumbangan dari siapapun, saya tidak akan membuat patung raksasa lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Nadda Lubis, Ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo mengatakan, dirinya akan mengkomunikasikan hal ini dengan Forkopimda, dan secepatnya akan dilakukan pembongkaran.

“Karena menurut MUI dan para ulama yang hadir dalam pertemuan tadi, batu nisan raksasa itu, tidak sesuai dengan syariat agama Islam, dan menimbulkan murodot. Dari itu Bintaos, bersedia akan merobohkan patung itu sendiri,” ungkap Nadda. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration