Peristiwa - Daerah

Amin Said Husni: Agama dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan

Amin Said Husni: Agama dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan Bupati Bondowoso, Amin Said Husni. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Rabu, 16 Mei 2018 - 09:12

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Banyak masyarakat yang masih meragukan, hubungan baik antara agama dan politik. Padahal, agama dan politik atau kekuasaan, merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, sebagaimana dua sisi mata uang.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, saat sambutan dalam acara Sedulur Ngaji di Pondok Pesantren Nurut Thalabah, Pancoran Bondowoso.

Menurutnya, agama merupakan sumber inspirasi dalam berpolitik, sementara politik merupakan alat untuk menjaga agama, agar tidak disalahgunakan, oleh kepentingan tertentu yang dapat merusak citra agama itu sendiri.

Sedulur-ngaji.jpg

“Contohnya, yang baru terjadi kemarin, bom bunuh diri di Surabaya, bom di Sidoarjo, bom di Jakarta, dan bom yang terjadi di tempat lain,” katanya, Selasa (15/52018).

Politik itu, lanjut Amin, merupakan bagian dari perjuangan cita-cita agama. Bagaimana tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, kata dia, berjuang mempersiapkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu semua merupakan bagian dari perjuangan politik para tokoh NU.

Kontestasi politik pada pilkada tahun 2018, merupakan mata rantai dari perjuangan para ulama, sehingga apa yang menjadi kemufakatan ulama, harus diperjuangkan bersama-sama.

“Karena politik itu bagian dari agama, maka sangat rendah, jika politik hanya dimaknai sebatas merebut kekuasaan semata,” imbuh bupati yang penuh dengan prestasi tersebut.

Sedulur-ngaji2.jpg

Hal senada juga diakui Ahmad Dhafir, calon bupati nomer urut dua, bahwa berpolitik itu ibadah. Baginya, politik itu sebagai jalan mengabdi buat agama, bangsa, dan negara.

“Politik bukan masalah saya menang, tapi lebih dari itu, bagaimana saya bermanfaat,” katanya.

Selain Bupati Bondowoso dan Ahmad Dhafir, acara yang berlangsung di kediaman KH Asy’ari Pasha tersebut, juga dihadiri oleh ketua DPRD kabupaten Bondowoso, H Tohari, dan beberapa tokoh NU. (*)

Jurnalis : Moh Bahri (MG)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration