Rabu, 14 November 2018
Peristiwa - Daerah

Pancaroba Kemarau, Banyak Hewan di Kabupaten Magetan Sakit

Pancaroba Kemarau, Banyak Hewan di Kabupaten Magetan Sakit Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Magetan menunjukkan data. (FOTO: MK Adinugroho/TIMES Indonesia)
Rabu, 11 Juli 2018 - 22:46

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Memasuki musim kemarau berpengaruh di sejumlah sektor di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satunya, sektor peternakan yang mengakibatkan stamina di tubuh hewan menurun.

Hal tersebut dipengaruhi oleh pergantian cuaca. "Biasanya masa peralihan cuaca banyak hewan yang sakit," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan drh Budi Astono.

Dia mengungkapkan bahwa untuk laporan yang masuk pada musim ini di dominasi oleh Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau biasa disebut demam tiga hari. Wabah ini bisa terjadi kapanpun tak mengenal musim.

Tetapi, saat cuaca kemarau grafiknya relatif meningkat dibandingkan musim penghujan. "Virus yg lagi favorit di musim ini dan hampir di semua wilayah ada. Untuk laporan yang masuk sementara jumlahnya masih sekitar belasan dari tiap daerah dan kemungkinan puncaknya bulan sepuluh keatas, karena di bulan ini suhunya masih tergolong dingin," ungkapnya.

Penyakit ini ditandai dengan demam selama tiga hari, kekakuan, tidak mau makan serta minum, kadang disertai pilek, keluar air mata, dan kelumpuhan. Wabah ini menyerang sebangsa hewan besar seperti sapi dan kerbau melalui nyamuk dan lalat.

Meskipun demikian, belum ada laporan kejadian kematian akibat terkena penyakit itu."Walaupun bukan tergolong penyakit berbahaya dan dapat pulih setelah tiga hari tetapi kalo tidak segera ditangani, bisa menyebabkan kematian karena virus lain akan mudah masuk. Biasanya kalo sapi sudah tidak mau makan peternak langung laporan untuk diberi penanganan," tegasnya.

Sementara itu, hewan kecil atau unggas belum ada laporan yang masuk terkait dampak dari awal kemarau ini. Namun, pemberian vitamin dianjurkan sebagai pendongkrak daya tahan tubuh serta menjaga kebersihan kandang.

"Sekarang belum ada laporan, tapi pada saat ini disarankan menambah dosis vitamin serta pengontrolan rutin air karena hewan akan sering minum saat cuaca panas," tandasnya.

Selain itu, pihaknya mengklaim secara intensif memberikan penyuluhan dan sosialisasi terkait cara pencegahan penyakit. Contohnya, dengan memberi wawasan terkait tatacara pemberian vaksin yang benar. 

Dia berharap para peternak yang piaraannya mengalami penyakit itu dapat segera melapor ke petugas pelapor tingkat desa atau dapat pula ke kantor kecamatan.

"Kami mengutamakan pencegahan sebelum mengobati, kalau sekarang sudah ada sosialisasi dengan teknologi, jadi tinggal SMS ke nomor layanan datanya langsung masuk ke pusat, lalu langsung bisa segera ditindaklanjuti," imbuh Budi Astono di Kabupaten Magetan. (*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration