Rabu, 26 September 2018
Peristiwa - Daerah

Dengan Motor Trail, Bupati Malang Jelajahi Desa Kucur

Dengan Motor Trail, Bupati Malang Jelajahi Desa Kucur Mengendarai trail, Bupati Malang menjelajahi desa Kucur untuk meninjau dan meresmikan sejumlah pembangunan di desa. (FOTO: Istimewa)
Rabu, 11 Juli 2018 - 18:53

TIMESINDONESIA, MALANG – Dengan mengendarai motor trailBupati Malang, DR H Rendra Kresna jelajahi Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Usai berkeliling, Rendra menyatakan Desa Kucur ternyata menyimpan banyak potensi wisata.

Hari terakhir Bina Desa di desa Kucur, Rabu (11/7/2018) dimanfaatkan oleh orang nomer satu di Kabupaten Malang ini untuk meninjau titik-titik tempat pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat, meninjau pertanian dan perkebunan, meresmikan proyek pembangunan desa hasil kreativitas masyarakat setempat, bersilaturahmi serta mengunjungi tempat wisata Sumber Waras.

Didampingi Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, ia berangkat dari homestay langsung menuju tempat pelayanan kependudukan dan catatan sipil bagi masyarakat Kucur. Ia juga meninjau langsung pegurusan KTP, KK dan lainnya.

Setelah ia bergeser ke kegiatan pavingisasi jalan tembus warga di Dusun Sumberbendo. Di sini Rendra meresmikan jalan tersebut dengan memotongan pita yang kemudian disambut pawai budaya diantaranya seni tarian Sakera Marlena.

Rendra-Kresna.jpg

Setelah itu ia melakukan petik jeruk di tempat wisata petik jeruk serta meninjau budidaya tanaman hidroponik. Hasil pertanian jeruk merupakan komoditas andalan Desa Kucur selain tanaman lombok dan sayur-sayuran

Rendra kemudian menyampaikan kesan, bahwa desa Kucur adalahndesa yang berbasis pertanian dan perkebunan.  Masyarakatnya dinilai guyub rukun dan suka bergotong-royong. Ia lantas mencontohkan,  Dusun Godean, saat warganya membuat drainase dan beberapa infrastruktur lainnya, tidak ada satu pun yang tidak berpartisipasi.

"Artinya kegotong-royongan betul nampak di Desa Kucur," katanya.

Didampingi Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Malang, Untung Sudarto dan kepala desa Abdul Karem, Rendra juga menegaskan ada potensi lain yang juga bisa dikembangkan yakni selain hidroponik juga sumber air alami yang kandungan mineralnya cukup bagus sehingga jika mandi bisa menyegarkan. Oleh warga sumber itu dinamakan Sumber Waras.

"Ini bisa dikembangkan dan dijual sebagai destinasi wisata baru," ujarnya.

Sumber ini terletak di lereng Gunungsari, sebuah bukit secara fisik masih memiliki pepohonan yang usianya puluhan tahun.

Itulah sebabnya di lokasi tersebut oleh pemerintah desa bersama komponen pemudanya dibangun sebagai destinasi wisata.

"Saya melihat tidak kalah dengan desa wisata lainnya. Pemkab akan mengasistensi sehingga Desa Kucur ini ke depan menjadi desa wisata yang tangguh," tambah Rendra.

Tentang kukuhnya kepala desa Kucur yang melarang ada bangunan perumahan di desanya, Rendra juga memberi apresiasi dan hormatnya.

''Biasanya investor itu membeli tanah dari warga dengan luas ribuan hektar kemudian dibangun perumahan. Tetapi kepala desa tidak memperbolehkan dan mensosialisasikan kepada warganya sehingga Desa Kucur bisa dipertahankan sebagai desa yang berbasis perkebunan dan pertanian. Nah sekarang  yang tumbuh berkembang di sini adalah agro buah dan sayur yang bisa memperkuat kedaulatan pangan," ujar Bupati.

Dalam kesempatan Bina Desa di Desa Kucur ini, Pemerintah Kabupaten Malang juga menyalurkan sejumlah bantuan pembangunan. Diantaranya, pemeliharaan jalan sepanjang 7.500 M, bibit jeruk 20 ribu batang, pengadaan PJU sebanyak 9 titik, pembangunan 10 unit jamban, rehabilitas 19 rumah menjadi rumah layak huni dan 90 m drainase. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration