Peristiwa - Daerah

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy: Aksi Teror di Surabaya Sangat Memalukan

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy: Aksi Teror di Surabaya Sangat Memalukan KHR Azaim Ibarohimy,pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo saat memberikan tausiyah keaswajaan ala NU pada Harlah Ansor dan pelantikan Banar di Ponpes Sumber Bunga Seletreng, Kapongan Kabupaten Situbondo. (FOTO: Uday/TIMES Indonesia)
Selasa, 15 Mei 2018 - 18:33

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Aksi teror yang terjadi di Surabaya sangat memalukan serta dapat mencoreng citra Islam, hal ini tidak dibenarkan karena negara Indonesia bukan negara perang melainkan negara yang mengedepankan perdamaian dan persatuan antar umat.

Ini yang disampaikan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur saat mengisi acara Harlah Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Situbondo di Pondok Pesantren Sumber Bunga Seletreng, Selasa (15/5/2018).

“Kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan karena tiga hari kemarin kejadian teror yang menimpa di Surabaya sangat memalukan,” katanya.

Harlah-GP-Ansor-2.jpg

Di hadapan semua kader Ansor dan Banser Kabupaten Situbondo, cucu KHR As’ad Syamsul Arifin ini menyampaikan, Ansor dan Banser sebagai pembantu dan penolong Agama, Ulama, Bangsa dan Negara harus selalu menguatkan ideologi Ahlus Sunnah Wal Jamaah agar tidak terjerat dalam pemahaman Islam yang salah.

Bahkan, menurut kiai kharismatik di Situbondo ini, Ansor dan Banser mampu menularkan ajaran dan amaliyah NU serta patriotisme yang selalu didengungkan oleh Ansor dan Banser, tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan juga untuk masyarakat luas.

“Setelah ini (Kegiatan Harlah Ansor ke 84), mengetuktularkan ajaran, amaliyah NU serta patriotisme kepada masyarakat tidak hanya menjadi konsumsi sendiri, “ pesannya.

Harlah-GP-Ansor-3.jpg

Kiai dan cucu salah satu pendiri NU dan pahlawan Nasional di Kabupaten Situbondo menjelaskan serta memberikan perumpamaan akan dahsyatnya amaliyah NU seperti Tahlil, bukan hanya sekedar mendoakan orang sudah meninggal namun sebuah media silaturahmi masyarakat, di mana masyarakat saling mengenal dan saling menyapa antar satu sama lain.

“Bahkan dalam Tahlilan, ada tetangga asing dapat diketahui, siapa dan dari mana, disamping menjaga kerukunan juga menjadi deteksi” sambungnya. 

Kiai Ahmad Azaim Ibrahimy mengajak kepada semua kader Ansor dan Banser Kabupaten Situbondo untuk selalu merawat dan mengisi kemerdekaan yang sudah diraih ini dengan kegiatan positif jauh dari faham-faham yang menyimpang dan radikal. (*)

Jurnalis : Fathullah Uday
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Situbondo

Komentar

Registration