Politik

Survei CSIS: Pasangan Khofifah-Emil 53,8 Persen, Gus Ipul-Puti 37,8 Persen

Survei CSIS: Pasangan Khofifah-Emil 53,8 Persen, Gus Ipul-Puti 37,8 Persen Calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 sesaat setelah menyelesaikan debat kandidat putaran pertama.(FOTO: Nasrullah/TIMES Indonesia)
Selasa, 15 Mei 2018 - 16:48

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terbaru Pemilihan Gubernur (PilgubJawa Timur 2018. Dalam survei itu, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil) unggul telak dari pasangan Gus Ipul-Puti.

Pasangan Khofifah-Emil meraih 53,8 persen. Sementara untuk pasangan Gus Ipul-Puti meraih 37,8 persen.

Menurut analisis peneliti CSIS, Arya Fernandez, tingkat elektabilitas Khofifah-Emil didominasi oleh kaum wanita. Figur Khofifah disebut memberi andil terhadap dominannya elektabilitas Khofifah-Emil, ketimbang paslon nomor 2 (Gus Ipul-Puti).

“Pasangan Khofifah-Emil, karena faktor perempuan. Pemilih perempuan posisinya lebih solid. Lebih besar proporsi perempuan yang memilih Khofifah dibanding Gus Ipul-Puti,” terangnya.

Berdasarkan data survei CSIS, pasangan Khofifah-Emil, didukung oleh pemilih perempuan sebanyak 54,6 persen dan laki-laki 45,4 persen. Sementara pasangan Gus Ipul-Puti, hanya meraup dukungan kaum perempuan 42,7 persen.

Arya juga menjelaskan bahwa Khofifah memiliki sejarah elektabilitas tinggi di kalangan wanita dengan massa akar rumput yang solid.

Sebab, jelasnya, faktor Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU, dinilai memberi dampak elektoral yang signifikan terhadap pasangan Khofifah-Emil.

Sementara lawannya, Puti yang merupakan calon Wakil Gubernur, dinilai tidak sebanding. “Karena, Puti  bukan warga Jawa Timur. Puti merupakan figur yang di impor dari Jawa Barat,” tegasnya.

Sokongan posisi Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU sangat mempengaruhi faktor pemilh perempuan. Hal itu yang membuat dukungan menjadi kuat. “Sementara Puti pemain baru di Jawa Timur. Dia juga tidak punya basic,” tuturnya.

Selain itu, faktor afiliasi partai pengusung juga menjadi penentu masyarakat untuk memilih pasangan calon. Namun, pada Pilgub Jawa Timur ini, ketokohan dan rekam jejak kandidat juga memberi dampak insentif elektoral.

“Kombinasi antara personlity kandidat dan mesin partai. Jadi, kombinasi dua itu. Tapi ini kan pemilihan kepala daerah bukan pemilihan partai,” katanya.

Diketahui, survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) itu, dilakukan pada 16-30 April, dengan mengambil 920 responden dengan Margin of Error (MoE)3,32 persen. Survei ini menggunakan metode wawancara dengan responden mengisi kuesioner.(*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration