Ekonomi

DPR: Siapa Penyumbang Terbesar Dividen Laba BUMN 2018?

DPR: Siapa Penyumbang Terbesar Dividen Laba BUMN 2018? Beberapa Jajaran Petinggi BUMN saat Rapat Panja dengan Komisi VI DPR (FOTO: Alfi dimyati/TIMES Indonesia)
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:45

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perdebatan dividen laba BUMN terus berlanjut. Giliran anggota Komisi VI DPR RI, Lili Asdjudiredja meminta Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan perusahaan BUMN mana penyumbang terbesar Dividen tahun 2018.

Hal tersebut dimaksudkan agar rakyat mengetahui, perusahaan BUMN mana saja yang paling berkontribusi bagi negara dan paling menguntungkan.

"Dari deputi-deputi ini mana yang paling besar kontribusinya. Ini supaya nanti banggar mengetahui. Jangan sampai katakan saja bumn yang besar tapi setorannya kevil atau malah rugi dan yang kecil malah setorannya besar," kata Lili saat Rapat Panja Dividen 2018 bersama Kementerian BUMN dan puluhan pimpinan perusahaan BUMN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

"Contoh, holding tambang yang mau beli Freeport. Ini kan duitnya kan minjem. Ini setoran (Dividennya) kecil. Ini harus diketahui, masa yang kecil malah setorannya gede," sindirnya.

Sependapat dengan Lili, anggota Komisi VI DPR lainnya, Iskandar D Syaichu juga mengatakan demikian, menurut dia, Kementerian BUMN harus menjelaskan secara rinci perusahaan BUMN mana saja yang menyumbang kontribusi pada Dividen 2018.

"Saya mohon penjelasan berapa kontribusi masing-masing BUMN dalam rangka menetapkan dividen 2018," terangnya. Tujuannya, agar perusahaan BUMN yang merugi bisa belajar kepada BUMN tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Rapat Panja Dividen 2018 Mohammad Hekal mengatakan Kementerian BUMN akan menyampaikan data tersebut secepatnya.

Selain itu, perusahaan BUMN juga bakal menyampaikan informasi keuanganan mereka kepada Komisi VI DPR. "Baik. Nanti pas Pembahasan dalam panja pasti nanti kita bahas. Nanti kita dalam consinering kita akan bahas satu persatu BUMN- BUMN pencapaiannya dan target yang diharapkan," katanya.

"Mudah-mudahan perusahaan BUMN-nya saat bekerja, bisa sesuai dengan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) yang telah direncanakan. Karena kalo enggak, mau dapat provit dari mana," tukasnya.

Sekretaris Menteri BUMN, Imam Apriyanto Putro mengusulkan target setoran deviden kepada pemerintah dari laba BUMN yang berada dibawah pembinaan Kementerian BUMN tahun buku 2018 berdasarkan surat Menteri BUMN RI nomor S-376/MBU/06/2018 tanggal 5 Juni 2018 sebesar Rp 43,6 triliun.

Meski menyebutkan angka sebesar itu, namun dia tidak menjelaskan secara rinci, dari perusahaan mana saja sumber dividen tersebut dihasilkan. Khususnya untuk dividen laba BUMN. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration