Wisata

Naik Menara Putih Tertinggi di Batu Harus Lewati 378 Tangga

Naik Menara Putih Tertinggi di Batu Harus Lewati 378 Tangga Naik Menara Putih Tertinggi di Batu Harus Lewati 378 Tangga. (FOTO: M Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:09

TIMESINDONESIA, BATU – Aneka bangunan di Kota Batu sangat mendukung Batu Smart City di bidang pariwisata. Salah satunya menara putih tertinggi yang ada di Masjid Putih Darusshalihin di Kota Batu.

Kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Parno, takmir masjid, mengungkapkan menara yang dibuat mirip Pagoda di Thailand itu dibutuhkan tenaga ekstra untuk bisa mencapai puncak menara.  Itu karena orang yang naik harus menaiki satu persatu dari 189 anak tangga. Artinya  pulang pergi kita harus menginjak 378 anak tangga.

Parno menjelaskan bahwa bangunan ini diarsiteki oleh  H Hasan Jumain, owner Sate Kelinci Batu yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Masjid Putih Darusshalihin.

BACA JUGA: Ini Rasanya Naik Menara Tertinggi di Kota Batu

Di Masjid ini dibangun sembilan kubah, sembilan lantai menara, dan beberapa sarana prasarana masjid yang berjumlah serba sembilan.

“Angka sembilan ini terinspirasi Wali Songo, lebih dalam arti kepemimpinan. Melihat bangunan ini, berisi pesan agar umat menjaga sembilan lubang di tubuh kita. Siapa yang bisa menjaga Insya Allah bahagia fiidunya wal akhirah,’’ ujar Parno.

Artinya mulut tidak digunakan untuk ghibah, telinga tidak digunakan untuk mendengarkan hal hal yang buruk dan bertentangan dengan nilai agama.

Masjid ini dibangun tahun 2009, kemudian selesai lima tahun kemudian yakni tahun 2014. Parno mengatakan Menara Masjid ini tidak untuk menaruh pengeras suara, namun lebih pada kelengkapan arsitektur bangunan.

“Simbol ini mengingatkan satu, hanya Allah SWT, “ ujar Parno sembari mengatakan bahwa Masjid ini dibangun menggunakan donasi dari 1.848 orang.

Menara putih tertinggi di Batu ini makin menunjukkan Kota Batu layak menjadi smart city di semua bidang. Terutama di bidang pariwisata dan heritage. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration