Peristiwa - Nasional

Ketua DPR: Jangan Sepelekan Temuan Masjid Terindikasi Paham Radikal

Ketua DPR: Jangan Sepelekan Temuan Masjid Terindikasi Paham Radikal Ketua DPR Bambang Soesatyo. (FOTO: Istimewa)
Selasa, 10 Juli 2018 - 11:25

TIMESINDONESIA, JAKARTAKetua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, temuan hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) terkait 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan terindikasi paham radikal tak bisa dianggap sepele. 

Karena itu, Bamsoet, sapaan akrab Bambang meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendalami temuan P3M tersebut. 

"Untuk melakukan tindakan pencegahan apabila benar ditemukan adanya paham radikal," ujar Bamsoet kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Kata dia, temuan P3M harus menjadi pengingat bagi BNPT, kementerian/lembaga (KL) dan BUMN untuk selalu mewaspadai radikalisme. Selain itu, harus ada klarifikasi atas temuan tersebut dan diikuti tindakan-tindakan antisipatif.

"Meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika," pintanya. 

Komisi VIII DPR yang membidangi urusan keagamaan, sambung Bamsoet, juga harus menindaklanjuti temuan itu dengan menggelar rapat kerja bersama menteri agama. "Undang pula P3M untuk meminta penjelasan mengenai sejumlah masjid yang disusupi paham radikal tersebut," katanya.

Lebih lanjut Bamsoet menegaskan, Kementerian Agama juga mesti berperan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada para tokoh agama dan ulama. Terutama yang biasa menyampaikan ceramah keagamaan.

"Agar ceramah yang disampaikan bisa memupuk rasa damai dan kekeluargaan antar-umat beragama," tutup Ketua DPR asal Partai Golkar itu menanggapi hasil temuan P3M terkait 41 masjid di lingkungan pemerintah terindikasi paham radikal. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration