Selasa, 21 Agustus 2018
Pendidikan

Luncurkan Seribu Buku untuk Negeri, Dosen UIN Malang Wajib Menulis

Luncurkan Seribu Buku untuk Negeri, Dosen UIN Malang Wajib Menulis Perpustakaan UIN Malang. (FOTO: Lolytasari)
Sabtu, 07 Juli 2018 - 23:14

TIMESINDONESIA, MALANG – Kampus UIN Malang terus meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat). Program itu salah satunya dibuat lewat program Seribu Buku untuk Negeri.

Program ini langsung dicanangkan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris di hadapan seluruh dosen kampus ini beberapa waktu lalu. "Program itu memang wajib bagi dosen," ucapnya pada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) di kampus setempat Sabtu (7/7/2018).

Sebelumnya pada 3 Juli lalu, Prof Haris bersama Wakil Rektor 1 Dr. M. Zainuddin, MA telah menyosialisasikan program tersebut kepada para dosen di Aula Fakultas Humaniora.

Menurut Haris, program Seribu Buku untuk Negeri menegaskan bahwa tak hanya sebagai eksistensi profesionalisme. Tetapi juga untuk kenaikan pangkat di masa mendatang. 

"Tentunya buku yang ditulis sesuai dengan bidang keilmuan bapak ibu dosen,” ujarnya.

Buku-buku yang nantinya akan diterbitkan itu menjadi tonggak lahirnya buku lain. Ini membuktikan bahwa ilmu akan selalu berkembang. “Tugas para dosen ialah mengembangkan keahlian dan keilmuan yang diminati,” tambah rektor kelahiran Lamongan tersebut.

Untuk meningkatkan disiplin berkarya, UIN Malang memberi deadline pengumpulan draf buku hingga akhir tahun ini. "Mungkin terlalu singkat ya waktunya. Saya hanya berharap agar seluruh dosen lebih terpacu untuk menulis buku lebih giat lagi," pintanya.

Karena waktunya tidak panjang, Haris mengajak para dosen memanfaatkan jam kantor untuk hal-hal positif lewat menulis. Salah satunya dengan menulis karya. Ia juga menyarankan para dosen agar menggunakan suasana Perpustakaan Pusat yang tidak bising untuk menulis. 

“Nantinya atasan masing-masing yang akan memantau progress bapak ibu dosen secara berkala,” imbuhnya.

Dia juga enuturkan agar seluruh dosen tidak merasa tertekan dengan kewajiban ini. Pasalnya, hal seperti ini merupakan kewajaran di lingkungan kampus. “Karya para dosen nanti tentu akan baik buat si penulis dan tentu berimbas positif bagi UIN Malang,” tambahnya.

Dosen UIN Malang saat ini sudah cukup banyak. Baik dari sisi kuantitas maupun ragam disiplin ilmunya. Karenanya program Seribu Buku untuk Negeri ini sangat pas dengan kampus ini. (*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration