Peristiwa - Internasional

Cambridge Analytica Tutup Akibat Kehilangan Klien dan Biaya Hukum

Cambridge Analytica Tutup Akibat Kehilangan Klien dan Biaya Hukum Cambridge Analytica. (FOTO: www.axios.com)
Kamis, 03 Mei 2018 - 21:11

TIMESINDONESIA, JAKARTACambridge Analytica dan perusahaan induknya SCL Elections segera ditutup menyusul penurunan tajam dalam keuntungan bisnis mereka. Perusahaan itu kehilangan klien dan tuntutan biaya hukum akibat tuduhan dugaan mengambil data pribadi jutaan pengguna Facebook mulai 2014.

“Perusahaan itu tutup pada Rabu secara efektif dan karyawan telah diberitahu untuk menyerahkan komputer mereka”, seperti dilaporkan Wall Street Journal, Rabu (3/5/2015) waktu setempat.

Cambridge Analytica berdiri pada 2013 dengan fokus bisnis sebagai konsultan pemilu di AS disamping layanan penelitian konsumen, target iklan dan layanan penyediaan data untuk klien politik maupun perusahaan.

Perusahaan ini mendapat dukungan “modal” 15 juta dolar AS dari miliarder partai Republik Robert Mercer pada awal berdirinya.

Setelah sukses membantu kemenangan presiden Donald Trump pada 2016, bos Cambridge Analytica, Alexander Nix gencar promosi bahwa perusahaannya mampu mengembangkan profil psikologis konsumen dan pemilih dengan “resep rahasia” yang jauh lebih efektif jika menggunakan konsep periklanan yang konvensional.

Skandal Cambridge Analytica kemudian muncul pada awal 2018 lalu ketika ada dugaan bahwa perusahaan ini “mencuri” data pribadi sekitar 87 pengguna facebook sejak 2014 untuk kepentingan bisnis konsultannya. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration