Peristiwa - Daerah

Pangdam V Brawijaya Sampaikan Kebijakan Panglima TNI

Pangdam V Brawijaya Sampaikan Kebijakan Panglima TNI Upacara bendera di Makodam V Brawijaya, Pangdam sampaikan kebijakan Panglima TNI, Selasa (17/4/2018). (FOTO: Istimewa)
Selasa, 17 April 2018 - 22:13

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Upacara bendera yang biasa digelar oleh prajurit Kodam V/Brawijaya, kali ini berlangsung tak seperti biasanya. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, menyampaikan beberapa kebijakan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto yang harus dilaksanakan oleh seluruh prajurit di jajaran Kodam.

Di awal bulan April tahun, kata Pangdam, merupakan suatu tantangan yang harus dijalani oleh seluruh prajuritnya selama melewati periode sebelumnya. 

“Periode I, sudah kita lewati. Dengan demikian, masing-masing unsur kesatuan di jajaran TNI harus sudah menyiapkan laporan pelaksanaan dan evaluasi selama Triwulan I, berdasarkan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI yang telah diterapkan dalam Rapim TNI tahun 2018,” jelas Pangdam melalui amanat Panglima TNI yang dibacakannya. Selasa (17/4/2018) pagi.    

Mayjen Arif menambahkan, laporan pelaksanaan dan evaluasi program, serta kegiatan Triwulan, merupakan sarana dalam mengetahui, sekaligus memahami segala hal yang dicapai oleh satuan TNI secara optimal.

“Hal tersebut sebagai realisasi dari komitmen TNI dalam reformasi birokrasi guna mendukung kebijakan pemerintah Clean Government dan Good Governance,” ungkapnya.

Perkembangan yang cepat, ujar Pangdam, seakan menjadi tantangan, serta tugas bagi TNI untuk semakin kompleks, menuntut kemampuan beradaptasi dan berinovasi.

Dalam kaitan tersebut, lanjut mantan Gubernur Akmil tahun 2016 lalu ini, melalui amanat Panglima TNI yang dibacakannya, dirinya menghimbau seluruh pinmpinan jajaran TNI untuk senantiasa membaca, sekaligus mengamati setiap perkembangan situasi dan kondisi.

“Salah satu tantangan yang akan kita hadapi dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak yang akan berlangsung di 171 daerah di Indonesia. Pada tahun ini pula, rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai. Pesta demokrasi tersebut, biasanya akan diiringi dengan meningkatknya suhu politik di tanah air. Kerawanan bisa saja terjadi, bila hal itu dibarengi,” jelas Mayjen Arif melalui amanat Marsekal Hadi Tjahjanto.

Tak hanya itu saja. Sebelum mengakhiri upacara bendera 17 April tersebut, orang nomor satu di wilayah teritorial Kodam Brawijaya itu, juga menyampaikan beberapa pesan yang harus dilakukan oleh prajurit TNI, sekaligus PNS TNI-AD di wilayah Kodam Brawijaya.

Selain bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang, Pangdam V/Brawijaya, juga menghimbau seluruh personelnya untuk bisa membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat, terlebih untuk bersikap netral selama berlangsungnya Pemilkada yang akan datang.

“Hal ini tidak henti-hentinya saya tekankan. Karena, TNI adalah institusi strategis yang memiliki jangkauan sampai ke pelosok nusantara, dan mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat,” tegasnya.

“Karena, tugas TNI untuk mengamankan dan menjamin suksesnya pesta demokrasi, tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak netral,” tutup Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, melalui amanat Panglima TNI yang dibacakannya di hadapan peserta upacara bendera. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration