Peristiwa - Daerah

Ini Kisah Lansia yang Terima Makanan Bergizi Setiap Hari dari Pemkab Banyuwangi

Ini Kisah Lansia yang Terima Makanan Bergizi Setiap Hari dari Pemkab Banyuwangi Rantang kasih diterima seorang lansia sebatang kara. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Selasa, 17 April 2018 - 22:47

TIMESINDONESIA, JAKARTAPemkab Banyuwangi telah meluncurkan program Rantang Kasih yang memberikan makanan bergizi gratis tiap hari kepada warga miskin, terutama lanjut usia (Lansia) nonproduktif. Pada awal tahun ini, dana yang dialokasikan Rp 5,5 miliar.

Salah seorang penerima adalah Hindun, warga lingkungan Karangtepes, Kelurahan Tukangkayu. Nenek 90 tahun yang hidup sebatang kara ini senang sejak program ini dijalankan.

Maklum saja, setiap hari Hindun mendapatkan makanan dari uluran tangan tetangga dan saudara jauhnya.

"Biasanya kalau makan ya masak sendiri atau dikasih keponakan. Alhamdulillah, sekarang dikirim rantang setiap hari. Saya tidak perlu masak lagi. Kalau masak kan saya repot, harus belanja. Repot pokoknya," kata Hindun.

Hindun juga senang karena menunya bervariasi. "Rantang ini membuat saya hemat, uang yang dikasih saudara bisa saya simpan untuk keperluan lain," jelasnya.

Begitu pula yang dirasakan Hanipan (80 tahun), warga lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo. Hanipan yang hidup sebatang kara ini selama ini mendapatkan makanan dari bantuan orang lain.

"Alhamdulillah, sekarang sudah dapat kiriman nasi setiap hari dari pemerintah. Saya tidak perlu khawatir merepotkan orang lain lagi," kata Hanipan.

Hal yang sama juga dirasakan Sudahri, yang bahagia karena dirinya mendapat makanan bergizi setiap hari dari program yang diluncurkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sejak akhir 2017 tersebut.

“Makanannya enak, pasti saya habiskan, tidak pernah ada yang saya buang,” ujar Sudahri yang tinggal di Lingkungan Karangtepes, Kelurahan Penganjuran.

Dalam menjalankan program tersebut, Pemkab Banyuwangi menggandeng warung rakyat yang terdekat dengan rumah warga. Salah satunya Warung ‘Saung Siliwangi’ di Jalan Kepiting, Banyuwangi.

“Setiap hari menunya berbeda. Ada lauk, ada sayur, ditambah sesekali ada buah. Kita juga menyesuaikan keinginan penerimanya, misal ada lansia yang tidak suka daging, kita ganti telur," jelas dia.

Fatimah mengaku menu itu sesuai anjuran Dinas Kesehatan. Bahkan, Dinkes melakuan supervisi ke warungnya setiap dua hari sekali untuk memastikan kandungan gizi menu yang akan dikirimkan sekaligus melihat higienitas warung.

"Maklum saja, para lansia ini kan kondisi kesehatannya rentan jadi kita harus hati-hati. Contohnya, dinkes melarang saya menggunakan penyedap masakan, nasi harus model liwet yang lembek. Kalau menu sayur asem, saya dianjurkan pakai tomat untuk rasa asamnya," jelas Fatimah.

Fatimah, sangat senang warungnya dilibatkan dalam program yang peduli kepada Lansia itu. "Kadang saya beri lebih buah-buahan atau kue, sekaligus ini amal. Kadang kita mau sedekah ke fakir miskin belum tentu tepat orangnya, tapi kalau program ini kan jelas. Jadi, saya ini bahagia bisa melayani mereka," ujarnya. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration