Peristiwa - Daerah

Usai Diperiksa KPK, Anggota Komisi A DPRD Kebumen Ini Minta Doa Wartawan

Usai Diperiksa KPK, Anggota Komisi A DPRD Kebumen Ini Minta Doa Wartawan Anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari Pertiwi Subekti usai menjalani pemeriksaan di KPK. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Selasa, 17 April 2018 - 19:46

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari Pertiwi Subekti meminta doa kepada wartawan agar istiqomah menunaikan sholat lima waktu usai diperksa KPK.

Diketahui, Dian hari ini kembali menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait kasus dugaan suap proyek Dinas Pendidikan dan Olahraga di lingkungan Pemkab Kebumen. 

"Mohon doanya yaa. Insya Allah saya tidak bolong sholat lima waktunya," pinta Dian sesaat sebelum meninggalkan gedung KPK di Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Terkait materi pemeriksaan, Dian mengaku telah menyampaikan semua informasi yang ia ketahui. Namun, saat disinggung terkait pemeriksaan mantan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, dia mengatakan tak mengetahui hal tersebut. 

"Saya sudah sampaikan semua yang saya tau ke penyidik. Oh saya tidak tau (AKBP Alpen diperiksa)," beber Dian. 

Dalam waktu bersamaan, penyidik KPK juga memanggil mantan Kapolres Kebumen AKBP Alpen. Ia diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Dian.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DL (Dian Lestari)," kata Juru Bicara KPK Febri dalam pesan teks, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Nama Alpen seniri mulai mencuat saat persidangan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen non-aktif, Adi Pandoyo yang sudah berstatus terdakwa kasus suap proyek Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen.

Dalam persidangan itu Alpen disebut ikut kecipratan Rp 700 juta dari pengusaha Khayub M Lutfim Komisaris PT KAK. Nama terakhir sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dia dijerat bersama Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad.

Dalam kasus ini, Dian, bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen Sigit Widodo, mantan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri, dan Sekretaris Daerah Kebumen Adi Pandoyo diduga menerima suap dari Komisaris PT OSMA Group, Hartoyo serta Basikun Suwandi alias Petruk.

Hal itu terkait dengan proyek pengadaan buku, alat peraga dan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kebumen senilai Rp 4,8 miliar. Sementara, Dian Lestari Pertiwi Subekti diduga menerima uang Rp 60 juta dari Basikun. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration