Senin, 24 September 2018
Kuliner

Ibu-ibu di Probolinggo Sulap Biji Mangrove Jadi Krupuk untuk Kue Lebaran

Ibu-ibu di Probolinggo Sulap Biji Mangrove Jadi Krupuk untuk Kue Lebaran Biji magnrove yang disulap ibu-ibu di Probolinggo menjadi krupuk dan makanan ringan yang lezat. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 Juni 2018 - 16:11

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejumlah ibu-ibu rumah tangga di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,  yang tergabung dalam kelompok Duta Harapan, menyulap biji mangrove menjadi krupuk dan makanan ringan dengan varian bentuk dan rasa untuk kue lebaran.

Sejak mendekati Hari Raya Idul fitri ini, lebih 1.000 pack dari berbagai jenis laku diboyong konsumen.

Dari sebuah biji mangrove tersebut, warga desa setempat menyulapnya jadi aneka kue kering yang lezat di lidah.

Ada stick jeruju, kue ulat sutra, koro sembunyi, koro mangrove, kue kering sumprit dan kerupuk mangrove. Setiap kue tersebut memiliki harga yang berbeda-beda. Dari harga Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu per bungkusnya.

Ketua Kelompok Duta Harapan Wiwit Homsiatun mengatakan, meningkatnya pesanan dari konsumen berawal sejak masuk pada bulan Ramadhan.

Dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelumnya, tingkat produktifitasnya jauh lebih tinggi di bulan ini. Para konsumen banyak memborong untuk disajikan pada tahun di Hari Raya Idul Fitri.

"Ada juga yang membelinya untuk dijual kembali di pasar atau perorangan," tuturnya, Jumat (8/6/2018).

Dalam proses pembuatan kue mangrove, Wiwit menjelaskan, terlebih dahulu memanen biji dan daun mangrove yang berada di sekitar rumah penduduk. Usai dipanen, biji itu dikupas untuk memisahkan antara isi biji dan kulitnya.

Sedangkan daun mangrove yang dipetik dipotong kecil-kecil, sesuai selera masing-masing. Tujuannya, untuk membuang kandungam racun yang ada di dalamnya.

Biji mangrove dibersihkan dan direbus hingga mendidih. Tapi jangan lupa dalam rebusan itu ditaburi dengan garam secukupnya. Hingga air rebusan berganti warna hijau gelap, kemudian dicampur lagi dengam bahan-bahan racakin lain, seperti terigu, telur, bawang putih, bawang merah, garam dan mentega. Akhirnya menjadi sebuah kue olahan home industri Kelompok Duta Harapan.

"Mungkin kalau dipandang bentuknya terlihat pasaran. Tapi kue mangrove ini punya ciri khas di rasa yang seolah pahit tapi tidak pahit. Alahamdulillah kami bisa menyulap biji mangrove ini menjadi krupuk dan aneka makan ringan lainnya, yang bisa disajikan saat lebaran,” imbuh Wiwit. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration