Peristiwa - Daerah Jembatan Babat

Jembatan Ambruk, Kemenhub: Ada Indikasi Ulah Tiga Sopir Saling Salip

Jembatan Ambruk, Kemenhub: Ada Indikasi Ulah Tiga Sopir Saling Salip Kondisi Jembatan kembar sisi barat yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ambrol, Selasa (17/4/2018). (FOTO: Ardianto/ TIMES Indonesia)
Selasa, 17 April 2018 - 17:14

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, membeberkan faktor yang menjadi runtuhnya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban.

Menurut Budi, ada indikasi perilaku tiga sopir truk ugal-ugalan saat mengemudi di atas jembatan. Aksi mereka saling berkejar-kejaran, disebutnya, menjadi penyebab utama ambruknya jembatan.

“Kalau saya lihat sepintas ya ada beberapa faktor, itu perilaku pengemudi yang gak bagus, itu tadi pada salip-salipan itu ya,” ujar Budi, Selasa, (17/4/2018).

Akibat aksi ugala-ugalan itu, tepat di bentang ketiga, jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo itu pun runtuh. 

Menurutnya, dugaan itu masih merupakan dugaan awal dari kejadian yang sampai saat ini sudah menewaskan dua orang. “Tapi nanti saya cek-cek dulu,” katanya.

Budi juga mengindikasikan, usia jembatan menjadi faktor dari runtuhnya jembatan yang dibangun pada tahun 1983 tersebut. “80-an dengan seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Budi, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengawasi jembatan-jembatan yang berusia tua, atau di atas 20 tahun..

“Dengan seperti ini kita harapkan, biar pemerintah dalami, leading sektornya dari PU, untuk jembatan-jembatan yang sudah tua,” ucap Budi.

Namun, Budi menepis, runtuhnya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban ini, bukan karena adanya jembatan timbang.

“Ini hukan karena faktor dari jembatan timbang, jembatan timbang sudah kita buka,” kata Budi menambahkan. (*)

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration