Peristiwa - Daerah

Mengenal Muslim Tengger di Kabupaten Probolinggo

Mengenal Muslim Tengger di Kabupaten Probolinggo ILUSTRASI: Membaca Al Quran. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 Juni 2018 - 12:39

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Masyarakat lereng Gunung Bromo, di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, terkenal dengan suku Tenggernya yang mayoritas beragama Hindu. Namun, ternyata ada satu kampung muslim, di tengah masyarakat Tengger. Seperti apa suasana ramadhan di kampung tersebut, berikut selengkapnya.

Sepintas tak ada yang berbeda, dengan Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Rumah kuno khas warga suku Tengger, berjajar rapi. Pembeda di desa ini adalah, mayoritas penduduknya beragama muslim. Sebagai pusat pembelajaran agama, ada satu masjid, yang digunakan untuk anak warga setempat, menimba ilmu agama islam. Baik mengaji, shalat lima waktu, maupun mendengarkan tausiyah islam.

Walaupun berbeda keyakinan, namun masyarakat setempat masih mempertahankan ciri khas suku Tengger. Hal itu nampak dari pakaian sehari hari yang dikenakan. Yakni memakai sarung khas suku Tengger, sebagai ciri khas mereka. Begitu pula bangunan rumah, maupun masjid Ikhlas Wal Barokah, yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam itu.

Membaca-Alquran.jpgSuasana pembelajaran Al Quran di masjid Ikhlas Wal Barokah, di Desa Wonokerto, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Sugeng Leksono for TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Masjid itu sendiri, berdiri sejak 7 tahun lalu. Di atas tanah wakaf seorang mualaf setempat, yakni Sumarjono. Dindingnya terbuat dari kayu cemara, yang memiliki filosofi tersendiri. Yakni melambangkan kerukunan antar umat beragama di kawasan lereng Bromo atau masyarakat Tengger.

“Perkembangan Islam di lereng Bromo ini sendiri sangat aktif. Setiap Kamis malam Jumat, ada pengajian ibu ibu, yang diadakan bergiliran, dari rumah satu ke rumah lainnya. Hal itu juga melambangkan ikatan silaturahmi yang erat, diantara warga,” kata salah satu pengurus masjid, Sugeng Laksono (43), Jumat (8/6/2018).

Sementara itu, setiap sore hari, antara pukul 15.00 hingga 17.00, ada bimbingan mengaji, untuk anak anak muslim Tengger. Di bawah bimbingan langsung, seorang ustadz dari Ponpes Sidogiri Pasuruan, yakni Muhammad Muhibbin Syam diharapkan akan bermunculan para ahli Al Quran, dari keturunan warga Tengger. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration