Jum'at, 21 September 2018
Peristiwa - Daerah

Masjid Tiban Babussalam, Peninggalan Syekh Maulana Ishaq di Probolinggo

Masjid Tiban Babussalam, Peninggalan Syekh Maulana Ishaq di Probolinggo Bangunan awal masjid Tiban Babussalam, di Kelurahan Ketapang, Kademangan, Kota Probolinggo. (FOTO: Gusmo for TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 Juni 2018 - 12:22

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebuah masjid berarsitektur kuno di Kota Probolinggo, Jawa Timur, menyimpan sejarah napak tilas dakwah Islam Syekh Maulana Ishaq. Masjid yang pernah menjadi tempat persinggahan Syekh Maulana Ishaq ini, konon muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui siapa pembuatnya.

Perpaduan arsitektur islam, Jawa dan cina, menguatkan akulturasi budaya penyebar islam di pulau jawa. Masjid itupun, hingga kini masih menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Terletak di jalan raya sukarno-hatta Kota Probolinggo, membuat masjid megah ini mudah ditemukan. Karena memang berada di jalur utara nasional.

Namun demikian, masjid tiban Babussalam terlihat lebih rendah dibanding daerah lain di sekitarnya. Hal ini terjadi karena konon disebabkan tanah yang menopang masjid tiban, awalnya merupakan pantai dan hutan bakau. Masjid tiban yang berada di tepi bawah, akhirnya tertutup rerimbunan hutan bakau. Warga yang membuka hutan bakau kemudian menemukan masjid ini, dan memberi nama masjid tiban.

Ada versi lain yang menyebutkan, bahwa arti kata tiban berarti titipan. Yakni sebuah masjid yang dititipkan oleh Syekh Maulana Ishaq, salah seorang wali pendahulu dari masa awal sembilan wali penyebar agama islam di tanah jawa yang dikenal sebagai walisongo. Masjid itu dititipkan Syekh Maulana Ishaq kepada santri dan warga setempat, untuk dirawat dan dijadikan tempat beribadah.

“Sebenarnya, masjid tiban adalah sebuah masjid yang ukurannya tidak terlalu besar. Atap masjid berbentuk prisma dengan ketinggian sekitar delapan meter diatas permukaan tanah. Sedangkan luasnya hanya sekitar sembilan meter persegi. Bentuk dan arsitektur atap masjid mirip dengan ornamen jawa-cina, yang disanggah dengan empat kayu jati yang usianya sudah mencapai ratusan tahun,” terang salah satu Takmir Masjid, Ilyas, Jumat (8/6/2018).

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration