Jum'at, 21 September 2018
Peristiwa - Daerah

Khofifah: Pasar Kaget Ramadhan Bisa Jadi Ikon Wisata Surabaya

Khofifah: Pasar Kaget Ramadhan Bisa Jadi Ikon Wisata Surabaya Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasar kaget di sekitaran Korem, Jl. Ahmad Yani Surabaya, kamis, 7/6/2018 (FOTO: Nasrullah/TIMESIndonesia)
Kamis, 07 Juni 2018 - 23:30

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pasar kaget Ramadhan yang muncul saat bulan Ramadhan di Surabaya, bisa jadi ikon wisata Surabaya yang baru.

Khofifah menemukan banyak potensi ekonomi yang ada di pasar kaget ini. "Saya melihat, banyaknya potensi yang dimiliki setiap pasar-pasar tradisional, perputaran ekonominya juga besar, juga bisa jadi obyek wisata loh," kata Khofifah saat mengunjungi pasar kaget Ramadhan di Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (7/6/2018) malam. 

Mantan aktifis PMII ini mengimbau agar pemerintah daerah memberi rasa aman agar pasar kaget tersebut nyaman bagi pedagang dan konsumen.

"Di setiap pasar, harus ada pos-pos pengamaman. Ini digunakan untuk memberikan rasa aman pada pedagang dan pembeli," tambah Ketua Muslimat NU ini.

Salah satu contohnya, kata Khofifah, pemda jangan selalu menakuti mereka dengan wacana penggusuran.

"Saya udah tanya koordinator PKL disini, saya rasa keinginan mereka sederhana, jangan ditakuti dengan penggusuran, pemerintah harus bisa memberikan rasa aman untuk para PKL," ungkapnya.

Aini, salah satu pedagang minuman di pasar kaget Ramadhan tersebut menyambut baik permintaan Khofifah itu.

"Saya senang sekali bisa bertemu bu Khofifah, saya juga sambut baik rencana ibu Khofifah untuk memperbaiki sistem di pasar ini," ungkapnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Khofifah juga membeli 4 baju koko buat puteranya, membeli sepatu seharga Rp 35 ribu, dan mencoba rujak cingur kegemarannya.

Khofifah meyakini kalau sejumlah pasar kaget yang muncul saat Ramadhan dikelola dengan baik maka pasar kaget Ramadhan itu bisa jadi ikon wisata Surabaya (*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Tria Adha

Komentar

Registration