Peristiwa - Nasional

KPK Terus Dalami Sumber Gratifikasi Zumi Zola

KPK Terus Dalami Sumber Gratifikasi Zumi Zola Gubernur Jambi Zumi Zola. (FOTO: Liputan6)
Selasa, 17 April 2018 - 12:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sumber gratifikasi yang diterima tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya kini tengah melacak dugaan dana yang dipakai untuk menyuap Zumi Zola, diantaranya berasal dari sejumlah pengusaha lokal di Jambi. 

"Memang kami sedang mendalami informasi sumber gratifikasi tersebut. Diduga berasal dari sejumlah pihak. Ada yang merupakan pengusaha setempat," kata Febri, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Kendati demikian, penyidik masih fokus ke perbuatan yang dilakukan Zumi Zola dengan memperkuat bukti-bukti dugaan menerima gratifikasi. 

"Sejauh ini, karena aturan pidana tentang gratifikasi di pasal 12B mengatur tentang penerima, maka saat ini kami fokus memperkuat bukti-bukti dugaan penerimaannya," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin 16 April 2018 kemarin, penyidik KPK telah memeriksa enam saksi dari total tujuh saksi yang dipanggil untuk tersangka Zumi Zola dalam penyidikan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi Tahun 2014-2017.

Mereka yang diperiksa itu, yakni Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati Ismail Ibrahim, staf atau pegawai PT Merangin Karya Sejati Nano, Direktur PT Hendy Mega Pratama Irawan Nasution, Direktur PT Blistik Jaya Djamino, Direktur PT Dua Putri Persada Fatmawati dan Hardono dari unsur swasta.

"Kami mendalami pengetahuan dari masing-masing saksi tentang adanya dugaan pemberian gratifikasi pada Zumi Zola," ucap Febri.

Dalam kasus ini, lembaga anti-rasuah telah menahan Zumi pada Senin, 9 April 2018 setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi Arfan pada 2 Februari 2018.

Zumi Zola ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Kavling C-1 Kuningan yang berlokasi di gedung KPK lama. Gratifikasi yang diduga diterima Zumi Zola dan Arfan sebesar Rp 6 Miliar.

Atas perbuatannya, Zumi Zola dan Arfan disangkakan melanggar pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration