Rabu, 19 Desember 2018
Peristiwa

Setelah Muncar, Kini Tangkapan Ikan Nelayan Grajagan Juga Melimpah

 Setelah Muncar, Kini Tangkapan Ikan Nelayan Grajagan Juga Melimpah Nelayan saat menurunkan hasil tangkapan ikan dari laut (FOTO: Rizki Alfian/ TIMES Indonesia)
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:20

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tangkapan ikan nelayan di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, melimpah. Dibandingkan tahun lalu periode yang sama, tangkapan tahun ini mengalami peningkatan.

“Tahun lalu cuacanya ekstrim, ombak besar dan angin kencang. Sedangkan tahun ini cenderung normal,” kata Supariyanto (47) nelayan setempat, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), di Pelabuhan Ikan Grajagan, Purwoharjo, Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, hasil tangkapan ikan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika kondisi ombak dan angin bersahabat maka nelayan bisa tenang mencari ikan, begitupun sebaliknya.

"Tapi ya nggak pasti, terkadang pas cuaca bagus ikan sepi. Kalo beberapa bulan ini kami bersyukur hasilnya sudah bisa dirasakan," jelas Supariyanto.

Dirinya mengaku, sekali melaut ia bersama anak buahnya mampu membawa pulang sebanyak 10-15 koli ikan. Masing-masing koli berisi kurang lebih 40 kilogram ikan segar.

Jenis tangkapan ikan pun bervariatif, namun yang saat ini sedang melimpah adalah jenis ikan tongkol dan layang.

Untuk ikan tongkol kualitas A kisaran harga Rp 14-15 ribu perkilogram, kualitas B Rp 9-10 ribu perkilogram. Sedangkan ikan layang mulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram. Perbedaan harga jenis ikan ini, kata Supariyanto, tergantung dari ukurannya saja.

Sementara itu Kepala Pelabuhan Ikan Grajagan, Supriyono membenarkan ikhwal mengenai melimpahnya tangkapan ikan nelayan setempat. Ia mengaku bersyukur atas apa yang diperoleh nelayan Grajagan.

"Kami bersyukur tangkapan ikan nelayan disini (Grajagan, Red) terus membaik. Semoga seterusnya begini," ujarnya.

Supriyono mengatakan, kondisi tangkapan ikan yang melimpah ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Dia menjelaskan, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pergerakan perekonomian nelayan setempat.

"Warga di sini sangat bergantung pada hasil laut. Sehingga jika tangkapan sepi nelayan juga merugi dan sandang pangan mereka tertanggu," jelasnya.

Meski demikian Supriyono juga mengingatkan, hasil yang melimpah ini tak lantas membuat nelayan pongah. Sebab ini lepas dari ikhtiar dan doa yang selama ini dilakukan. Jadi jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti diketahui, selain di perairan Grajagan, Banyuwangi peningkatan hasil tangkapan ikan jenis tongkol dan layang juga dirasakan nelayan di kawasan Muncar. Hanya saja ada sedikit perbedaan harga di pasaran. (*)

Jurnalis : Rizky Alfian
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration