Olahraga Liga 1

Terkena Gas Air Mata, Ratusan Aremania Terkapar

Terkena Gas Air Mata, Ratusan Aremania Terkapar Suporter yang menjadi korban kerusuhan dalam pertandingan Arema Fc vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)
Minggu, 15 April 2018 - 22:19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kericuhan pada laga Liga 1 antara Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018) malam membuat banyak Aremania terkapar akibat kena gas air mata.

Pantauan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), ratusan Aremania yang menyaksikan pertandingan terkapar karena sesak nafas akibat gas air mata. 

Tim medis hingga panpel dibantu Aremania turun mengangkat suporter yang menjadi korban. 

Sampai berita ini ditulis, proses evakuasi korban yang terkena gas air mata masih berlangsung.

Arema-Ricuh-6.jpg

Terlihat puluhan ambulans dari rumah sakit, TNI dan Polri. 

Sebagai informasi, kericuhan suporter dipicu banyaknya keputusan wasit Handri Kristianto yang dinilai kurang adil. Penonton yang tak puas pun langsung mencoba turun dan masuk ke lapangan.

Saat itu, pertandingan memasuki masa injury time dan skor imbang 2-2.

Bentrok suporter dengan petugas keamanan diwarnai pelemparan batu, botol, dan petasan di tengah lapangan. 

Hal ini membuat polisi menembakkan gas air mata.

Jumlah korban akibat kericuhan pertandingan Arema FC dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan belum bisa ketahui secara pasti. Namun dari pihak Persib Bandung, pelatih Roberto Carlos Mario Gómez kepalanya berdarah akibat terkena lemparan batu. Sementara Aremania terkapar akibat terkena gas air mata. (*)


Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration