Rabu, 19 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

Juwono Gabungkan Peternakan Lebah Madu dengan Wahana Edukasi

Juwono Gabungkan Peternakan Lebah Madu dengan Wahana Edukasi Juwono menunjukan beberapa kotak sarang Lebah madu dan madu yang dipanen, di Desa Ngaglik, Kota Batu. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Senin, 04 Juni 2018 - 07:18

TIMESINDONESIA, BATUPeternakan lebah madu milik Juwono di wilayah Desa Ngaglik, Kota Batu ini tidak hanya tempat untuk mengembangbiakan lebah madu. Juwono menggabungkan peternakan lebah madunya menjadi wahana edukasi seputar lebah madu disamping menyuguhkan pemandangan alam Kota Batu yang asri.

"Peternakan ini juga memberikan kesempatan bagi para pecinta manisnya madu asli, dengan melihat langsung sarang-sarang lebah dan proses memanen madu secara manual," kata Juwono Minggu (4/6/2018).

Sarang-lebah.jpg

Yang menarik, sekitar 400 kotak sarang lebah miliknya ternyata bisa dipindahkan ke beberapa kota antara lain Batu, Pasuruan, Pati, Jember dan Bali. 

"Perpindahan kotak - kotak tersebut menghitung dari kapan masa kuncup-kuncup bunga yang menjadi makan lebah madu," katanya.

Madu yang akan dihasilkan rasanya akan sesuai dengan nektar yang dikonsumsi lebah madu itu sendiri. Sayangnya kali ini kotak - kotak tersebut, saat berita ini dibuat, berada di Kabupaten Pasuruan.

Madu.jpg

 "Nanti pada tanggal 13 Juni mendatang kita akan melakukan panen raya madu di sana," kata Juwono yang berternak lebah madu sejak 2005 silam.

Soal harga, Juwono mengaku menjual madu hasil peternakan lebah madu miliknya Rp 150 ribu per 600 ml, dan dijual secara online. (*)

Jurnalis : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration