Minggu, 23 September 2018
Politik Pilkada Kota Malang 2018

Pasangan SAE Usung Skema Elektronik Percepat Perlayanan Publik

Pasangan SAE Usung Skema Elektronik Percepat Perlayanan Publik Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, H Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE) (FOTO: Istimewa)
Kamis, 19 April 2018 - 15:28

TIMESINDONESIA, MALANG – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, H Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE) akan memanfaatkan Skema Elektronik untuk memangkas birokratisasi layanan publikTujuannya supaya birokrasi di Pemkot Malang cepat respon dan melayani secara prima.

Skema elektronik yang dimaksud adalah akan memaksimalkan penggunaan kecanggihan teknologi informasi di era digital saat ini, seperti aplikasi dan sejenisnya.

Hal tersebut disampaikan Bung Edi Jarwoko, begitu Sofyan Edi Jarwoko, populer disapa, saat merespon lemahnya layanan publik yang dirasakan masyarakat di Kota Malang selama ini.

Pasangan-SAE.jpg

Memasuki minggu ke sembilan kampanye Pilkada Kota Malang 2018, pasangan SAE semakin giat melakukan temu silaturahim dengan masyarakat dan para tokoh publik primordial yang selama ini dinilai termarginalisasikan di Kota Malang.

Calon Wakil Wali Kota Malang itu terus blusukan bersilaturahim dengan masyarakat Tlogomas dan Lowokwaru untuk menyosialisasikan program Malang SAE yang Bermartabat dan tahapan menjelang puncak Pilkada 2018 yang makin dekat.

Saat bertemu dengan warga, Bung Edi menyampaikan, hakikat pemilihan langsung pada Pilkada 2018. “Tujuan demokrasi secara langsung ini adalah agar kedaulatan dapat dipegang penuh oleh rakyat,” katanya.

Tujuan baik tersebut katanya, sering diselewengkan dengan pemberian uang atau sembako, asal bisa merai suara. Ini perlu diluruskan.

“Paslon SAE tidak memberi macam-macam seperti itu. Tetapi kami menawarkan program kerja yang kami niatkan sebagai ibadah untuk membangun Kota Malang yang lebih baik demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Saat ini katanya, masih terdapat keluhan birokratis dalam pemenuhan layanan publik seperti pengurusan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan perizinan. “ini jadi masalah bagi warga Kota Malang,” ujarnya.

Masalah birokratis ke depan tambahnya, harus dapat diselesaikan dengan dukungan kecanggihan teknologi informasi, sehingga layanan publik bisa prima dan dapat diwujudkan, seperti pelayanan yang mudah, murah dan cepat.

“Solusi yang diusung pasangan SAE adalah Sekma Elektronik dalam mempercepat pelayanan publik untuk sistem pemerintahan di Pemkot Malang,” katanya.(*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration