Rabu, 19 Desember 2018
Peristiwa

Berdayakan Masyarakat, Ini yang Dilakukan Desa Kemuningan

Berdayakan Masyarakat, Ini yang Dilakukan Desa Kemuningan Kepala Desa Kemuningan, Sutapa. (FOTO: Sofy/TIMES Indonesia)
Minggu, 18 Maret 2018 - 16:29

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pemerintah Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, memberikan bantuan alat untuk pemberdayaan masyarakat menggunakan dana desa (DD).

"Jadi yang bisa potong rambut, saya beri bantuan alat salon. Perbengkelan, dan bantuan alat membuat kue bagi yang mempunyai keahlian itu," tutur Kepala Desa Kemuningan, Sutapa, Minggu (18/3/2018).

Ia mengaku sebelum menjabat sebagai Kades, tingkat pengangguran di Desa Kemuningan cukup parah yakni sebesar 70 persen. Dilantik pada 2016, Sutapa melakukan pemberdayaan dibidang ekonomi dengan memberikan bantuan berdasarkan keahlian warga di desanya. 

"Apa yang warga bisa saja. Saya lihat untuk beli kebutuhan pokok saja, warga banyak beli ke Kecamatan Wonosari. Dari situ kenapa tidak diberdayakan saja. Akhirnya sekarang untuk tempe, kerupuk dan yg lain bisa dibeli disini," katanya.

Kecamatan Taman Krocok sendiri merupakan Kecamatan yang terletak diujung Bondowoso. Mayoritas desa di Kecamatan ini, terletak diatas 700 mdpl dengan keadaan terpencil dan terisolir.

Untuk mengatasi akses desa yang awalnya terisolir, Sutapa menggunakan DD untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Dari total 7 dusun, kini hanya menyisakan dua dusun, yakni Gilir dan Cato yang pembangunan infrastrukturnya belum rampung.

"Dulu motor kan tidak bisa tembus ke Gilir sama Cato. Sekarang mobil sudah bisa," kata Sutapa. 

Sutapa juga membuat terobosan dengan menerjunkan sepeda kebersihan untuk menstimulus kesadaran masyarakat. Dua petugas kebersihan rutin membersihkan di wilayah Dusun Krajan yang selanjutnya direplikasi ke Dusun yang lain. 

"Awalnya desa ini kan kumuh. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi sampah-sampah berserakan," ucapnya. 

Dari sekian program yang digagas Pemdes Kemuningan, Sutapa mengklaim angka pengangguran terjun bebas diangka 20 persen. (*)

Jurnalis : Aminatus Sofya
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration