Senin, 26 Februari 2018
Peristiwa - Daerah

Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Rendah?

Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Rendah? Deputi II Perpustakaan Nasional, Woro Titi Hariati yang hadir pada safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kota Batu, Kamis (15/2/2018) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (FOTO: Ferry/TIMES Indonesia)
Kamis, 15 Februari 2018 - 21:53

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berbagai hasil survei menunjukkan minat orang Indonesia untuk membaca masih rendah. Hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan minat baca masyarakat cukup tinggi.

Demikian disampaikan Deputi II Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Woro Titi Hariati pada safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (15/2/2018).

"Antusiasme anak-anak untuk membaca sangat mencerahkan, jika mereka dekat dengan bahan bacaan," kata Woro di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.

Dewanti-Rumpoko.jpg

Selanjutnya, tinggal bagaimana menjaga dan mengembangkan antusiasme tersebut tidak terpisahkan dari bagian gaya hidup anak-anak.

Dia mengatakan, tingkat kegemaran membaca dipengaruhi berbagai faktor, seperti budaya tutur dan keterbatasan bahan bacaan. Dijelaskannya, masyarakat Indonesia pada dasarnya berbudaya tutur. Bentuk pertukaran informasi masih banyak dilakukan secara lisan.

"Semua informasi gagasan dan pengetahuan hanya disimpan dalam ingatan, tidak dalam tulisan," terangnya.

Pun dengan terbatasnya bahan bacaan, baik yang tersedia di perpustakaan maupun tersebar di masyarakat.  Woro menyebut, perbandingan ketersediaan buku dengan pembaca di Indonesia 1:15.000. Idealnya, menurut Unesco adalah 2 buku untuk 1 orang.

Kegemaran membaca juga dipengaruhi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang positif, baik secara online maupun offline.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, Perpusnas melakukan berbagai program yang didukung Komisi X DPR RI dan pemerintah daerah. Salah satunya, program promosi dan safari gerakan gemar membaca.

Safari ini merupakan kali keempat diadakan Di Kota Batu. Berbagai elemen masyarakat hadir pada acara ini.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dengan kelompok masyarakat, untuk menumbuhkan minat dan gemar membaca.

Dewanti juga mengajak masyarakat untuk menjadikan membaca buku sebagai kebiasaan. "Biasakan memba buku untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita," pesannya. (*)

Pewarta : Ferry Agusta Satrio
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration