Rabu, 19 September 2018
Peristiwa - Daerah

Puting Beliung Hantam 22 Rumah Warga di Probolinggo

Puting Beliung Hantam 22 Rumah Warga di Probolinggo Kondisi rumah warga di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, yang rusak akibat angin puting beliung.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Minggu, 18 Maret 2018 - 12:20

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebanyak 22 rumah milik warga di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, jadi sasaran amukan angin puting beliung. Akibatnya 5 rumah rusak parah dan 17 rumah lainnya atapnya terbang berhamburan, Minggu, (18/3/2018).  

Rata-rata rumah yang rusak karena puting beliung tersebut berada di satu dusun, yakni Dusun Tareta. Informasi yang dihimpun, puting beliung yang datang dengan tiba-tiba itu berasal dari barat daya pantai utara Probolinggo. Atas peristiwa ini, kerugian meteril untuk sementara ditaksir sekitar Rp 500 juta.

Rumah-Roboh-kena-puting.jpg

“Saya melihat sendiri pas angin itu datang, sangat kelihatan dari rumah saya, pusaran angin itu dating dari barat daya pantai utara ini. Kemudian angin merambah ke pemukiman warga Desa Pesisir. Dua menit kemudian saya mendapat telepon dari warga, kalau ada bencana angin puting beliung,” tutur Sanemo, Kades Pesisir, ketika di lokasi kejadian.

Sanemo menjelaskan, angin yang terjadi kali ini merupakan peristiwa yang paling parah. Hingga kini masyarakat dibantu aparat TNI/Polri serta pemerintah daerah masih melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan di lokasi bencana itu.

gapura-roboh.jpg

“Kami terus melakukan langkah-langkah untuk membantu warga yang rumahnya rusak, termasuk 5 rumah yang rusak parah, karena puting beliung tersebut juga menumbangkan beberapa pepohonan yang berada di sekitar rumah warga,” terangnya. 

Sementara itu, Serka Parkhan, Babinsa Desa Pesisir dari Koramil Gending mengatakan, pasca kejadian angin putting beliung tersebut, pihak TNI melakukan kerja bakti guna membantu membersihkan puing-puing rumah akibat puting beliung. 

“Terjadinya angin puting beliung yang paling parah memang kali ini, setelah beberapa kali kejadian di tahun sebelumnya. Kami terus melakukan pembersihan hingga tuntas pada luluhan rumah yang diterjang angin ini,” ujarnya. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration