Selasa, 21 Agustus 2018
Peristiwa - Daerah

Minimalisir Luapan, Dinas Pengairan Banyuwangi Gelar Kajian DAS Hulu Hingga Hilir

Minimalisir Luapan, Dinas Pengairan Banyuwangi Gelar Kajian DAS Hulu Hingga Hilir Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo, saat memantau proses normalisasi sendimen sungai. (FOTO: Dokumentasi Dinas PU Pengairan Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Jum'at, 16 Maret 2018 - 15:07

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar kajian daerah resapan air atau Cachment Area pada daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu hingga hilir. Langkah ini dilakukan sebagai reaksi cepat atas bencana banjir lumpur imbas luapan air sungai yang tak mampu menampung tingginya debit air hujan, Kamis kemarin, (15/3/2018).

“Hasil kajian, akan kami jadikan dasar rencana aksi dari hulu sampai hilir guna meminimalisir terjadinya banjir serupa,” ucap Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Ir Guntur Priambodo, Jumat, (16/3/2018).

Ada beberapa wacana gebrakan yang akan dilakukan dinas. Mulai dari normalisasi sendimen hingga pemangkasan pohon bambu atau tanaman lainnya yang tumbuh di tengah aliran sungai. Dengan begitu, bisa dipastikan aliran sungai akan lebih lancar dan mampu mencegah terjadinya luapan air.

“Hasil kajian insyaallah minggu depan sudah bisa kami laksanakan,” ujar Guntur.

Seperti diketahui, Kamis kemarin, banjir lumpur menimpa tiga kecamatan di Banyuwangi, yakni Kecamatan Glagah, Kalipuro, dan Banyuwangi Kota. Musibah tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan yang turun di wilayah hulu, yakni lereng Gunung Ijen. Tak pelak, karena tak mampu menampung debit air, aliran sungai yang bercampur lumpur meluap.

Meski tak ada korban jiwa, banjir lumpur telah merobohkan tiga rumah warga di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi Kota, serta menyebabkan kerusakan sejumlah infrastuktur. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration