Minggu, 23 September 2018
Ekonomi

Harga Cabai Melambung, Pj Bupati Probolinggo Sidak ke Pasar

Harga Cabai Melambung, Pj Bupati Probolinggo Sidak ke Pasar Pj Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo, didampingi sejumlah kepala Dinas terkait, saat mengunjungi pasar Semampir Krakasaan. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Jum'at, 16 Maret 2018 - 14:14

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejak sebulan terakhir ini, harga komoditi cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus melambung dengan kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, Jumat (16/3/2018).

Ingin mengetahui persoalan di lapangan, Pj Bupati Probolinggo, Tjahjto Widodo, turun ke pasar tradisional di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Tjahjo, yang didampingi beberapa kepala dinas, berbincang dengan para pedagang. Menurut pedagang, mahalnya harga cabai disebabkan oleh hasil panen yang sedikit karena tanaman cabai terserang penyakit cacar buah (antraknosa).

“Kami akan segera menindaklanjuti, dan berupaya sekiranya harga cabe rawit tidak berkelanjutan ke depannya. Salah satu langkah yang kita ambil adalah melakukan penelitian dan penelusuran bersama,” tutur Tjahjo, yang baru dilantik beberapa hari ini.

Tjahjo berpendapat, dirinya akan mengumpulkan para pelaku usaha cabai untuk meminta masukan. "Nanti kita akan kaji bersama, dan ini secepatnya akan dilakukan," ucapnya. 

.“Harapan kami, Dinas terkait segera menyelesaikan tugas ini untuk selalu mengkaji dan mengawasi hal tersebut. Karena hingga saat ini informasi dari pedagang, harga cabe masih berkisar Rp 40 ribu higga Rp 50 ribu per kilogram,” terangnya.

Aisyah, salah satu pedagang cabe rawit di pasar Semampir mengatakan, pasokan dari petani memang sangat terbatas.

“Wajar jika harganya masih tinggi. Harapan kami kepada pemerintah untuk membantu penurunan harga obat-obatan atau bantuan lainnya, agar petani tidak kelimpungan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, banyak pedagang yang mengeluhkan masalah permodalan. Mereka meminta agar pemerintah memberikan pinjaman modal

Terkait ini, Tjahjo mengaku sudah mempunyai program, yaitu dengan menggandeng bank khusus untuk memberikan dana pinjaman kepada pedagang. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration