Rabu, 19 Desember 2018
Opini Jejak Kiai Banyuwangi

Kiai Jazuli Pakis, Mustasyar NU Banyuwangi Generasi Pertama

Kiai Jazuli Pakis, Mustasyar NU Banyuwangi Generasi Pertama Ayung Notonegoro, penggiat di Komunitas Pegon yang bergerak dalam meneliti, mendokumentasi, dan mempublikasi sejarah dan hal ihwal tentang pesantren dan NU. (Foto : Dokumentasi TIMES Indonesia)
Jum'at, 16 Maret 2018 - 13:32

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Saat ini jika berkunjung di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi Kota, maka akan terkesan didominasi oleh kalangan Muhammadiyah. Terutama di Lingkungan Duren, Ancar dan Pelampang. Namun siapa sangka, dari daerah tersebut juga muncul tokoh besar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dari Kelurahan Pakis, tepatnya di Lingkungan Duren, lahir seseorang yang kelak dikenal dengan nama KH Jazuli. 

KH. Jazuli atau lebih dikenal sebagai Kiai Jazuli Pakis merupakan Mustasyar pertama Nahdlatul Ulama Cabang Banyuwangi. Hal ini terungkap sebagaimana diberitakan dalam majalah Swara Nahdlatoel Oelama No. 7 Tahun II Rajab 1348 H. Kiai Jazuli ditunjuk sebagai Mustasyar bersama Kiai Saleh Syamsudin Lateng dan Kiai Salim atau Kiai Abdul Wahab Penataban. Dimana saat itu, merupakan mustasyar NU Banyuwangi generasi pertama.

Dalam berita di Swara NO tersebut, dikabarkan bahwa NU Cabang Banyuwangi baru didirikan pada 16 Januari 1930. Saat itu, yang ditunjuk menjadi Rois Syuriyah adalah Kiai Maksum Kemasan, sedangkan ketua tanfidziyahnya adalah Anjun Penghulu Muhammad Salim Kauman. Dari kepengurusan pertama itulah Kiai Jazuli ditunjuk sebagai mustasyar.

Posisi mustasyar tentu bukan jabatan yang remeh. Sebagaimana diatur dalam AD/ ART NU, Mustasyar adalah semacam lembaga penasihat yang tugasnya melakukan kontrol dan memberikan saran terhadap kinerja organisasi yang disusun oleh Syuriyah dan dilaksanakan oleh Tanfidziyah. Dengan tupoksi demikian, tentu hanya seseorang dengan kualifikasi keilmuwan dan reputasi keulamaan teruji saja yang layak menduduki posisi tersebut.

Apalagi jika melihat rekan sesama Mustasyar, yakni Kiai Saleh Lateng, merupakan ulama yang turut mendirikan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Selain itu, Kiai Saleh juga ulama yang memiliki reputasi di tingkat Internasional.

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration