Selasa, 21 Agustus 2018
Politik Pilgub Jatim 2018

Analisa Daftar Pemilih, Ini Temuan Panwaslu Kota Batu

Analisa Daftar Pemilih, Ini Temuan Panwaslu Kota Batu Ketua Panwaslu Kota Batu, Abdur Rochman (kanan), anggota Panwaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid (tengah), dan komisioner KPU Kota Batu, Azhar Chilmi (kanan) pada rapat pemaparan hasil pengawasan, Rabu (14/3/2018) malam. (FOTO: Fery/TIMES Indonesia)
Kamis, 15 Maret 2018 - 07:51

TIMESINDONESIA, BATU – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batu menemukan sebanyak 551 Kartu Keluarga (KK) kosong. Temuan tersebut merupakan salah satu hasil pengawasan pemutakhiran data pemilih tahun 2018.

Berdasar analisa daftar pemilih, alat kerja pengawasan yang diturunkan dari Bawaslu RI, salah satu temuannya adalah surat KK yang kosong.

Temuan lainnya, daftar pemilih yang jumlahnya lebih besar dari 400 orang dengan 1 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Temuannya di wilayah Kelurahan Temas (627 orang), Sisir (572 orang), dan Ngaglik (545 orang).

"Ini biasanya rentan untuk tidak di-coklit atau terselip, atau tidak di-upload di daftar pemilih dan sebagainya. Ini menjadi fokus pengawasan kami," kata Yogi Eka Chalid Farobi, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Batu.

Termasuk juga, ditemukan ada TPS yang daftar pemilih berjumlah kurang dari 400 orang. TPS tersebut berada di wilayah Kelurahan Ngaglik (216) dan Sisir (217).

Selain itu, pada analisa daftar pemilih yang dipaparkan Panwaslu Kota Batu, Rabu (14/3/2018), ditemui ada daftar pemilih yang tidak sesuai dengan alamat pemilih. 

BACA JUGA: Jumlah Pemilih di Kota Batu Naik, TPS Turun

Di samping itu, ada sejumlah hal yang tidak ditemukan terjadi di Kota Batu. Seperti penggabungan desa/kelurahan dalam 1 TPS; NIK yang tertera di KTP el atau Surat Keterangan (Suket) kosong.

"Dalam satu keluarga tapi berbeda TPS juga sudah tidak ada," imbuhnya.

Yogi mengatakan, gambaran analisa tersebut, khususnya yang berupa temuan atau terjadi, menjadi fokus pengawasan Panwaslu Kota Batu.

Diharapkan, pada penyelenggaraan pendataan pemilih benar benar bisa akurat dan obyektif.

Saat ini, kata dia, Panwaslu melakukan penguatan pada aspek pencegahan. "Kalau dulu reaktif, saat ini lebih proaktif untuk pengawasan," ucapnya. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration