Senin, 26 Februari 2018
Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Petani Muda Jaman Now, Sekolah S2 dan Melek Medsos

Petani Muda Jaman Now, Sekolah S2 dan Melek Medsos Suyadi di tengah kebun hidroponiknya (FOTO: Tim AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 13 Februari 2018 - 17:13

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang digelar Kementrian Pertanian bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang mengantarkan Suyadi menjadi mahasiswa UB. 

Program ini berupa bantuan dana dan pendampingan selama 3 tahun untuk alumni Fakultas Pertanian sebagai upaya untuk mencipatakan para petani muda guna mendukung program wirausaha petani dan ketahanan pangan.

Pemuda asal Tuba Jawa Timur ini merasa bersyukur mendapatkan program ini sebab sangat bermanfaat bagi petani muda. "Program ini sangat membantu kami, petani muda," kata Suyadi yang ditemui di kampus UB. 

Suyadi menjelaskan untuk mendapatkan program PWMP calon peserta harus mengirimkan proposal wirausaha di bidang pertanian yang akan dikerjakan untuk kemudian diseleksi oleh para dosen yang telah di tunjuk oleh Kementerian Pertanian. 

Setelah lolos maka setiap peserta di beri dana bantuan Rp30 juta untuk mewujudkan ide tersebut dan kemudian diberi bimbingan teknis secara berkala selama 3 tahun.

"Saya memilih bertani sayuran hidroponik karena selain praktis juga karena sekarang eranya hidroponik," tutur Suyadi. Dia memilih bertani sayuran dan buah-buahan karena melihat potensi di Malang cukup menjanjikan. 

Untuk saat ini setiap minggu Suyadi mampu panen sekitar 30 kg sayuran berbagai jenis dari kebun hidroponiknya. berbagai jenis sayuran seperti sawi, selada, bayam berbagai jenis dia tanam dengan pola hidroponik.

Setiap panen Suyadi tidak perlu khawatir produknya tidak laku karena sudah ada penjual yang menyerap produknya. Bahkan beberapa hotel dan resto di malang sudah menjadi langganan produk sayur dari kebun hidroponiknya.

ajp-ub.1.jpgBerbagai sayuran hidroponik milik suyadi (FOTO: Tim AJP TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Sebagai generasi milenial, Suyadi juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sayurnya. Suyadi cukup aktif mengunggah foto dan video perkembangan kebun hidroponiknya di akun instagramnya. berbagai foto dia unggah mulai dari masa persiapan tanam, masa tanam hingga hasil panen sayuran yang siap kirim sering dia unggah.

"Kita gunakan medsos selain untuk promosi produk juga untuk mengundang minat anak muda lain bertani," lanjutnya.

Untuk pengembangan kedepan Suyadi berusaha menambah volume hasil sayurnya dan juga ragam sayur yang ditanam sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam masa pembinaan oleh dosen Fakultas Pertanian ini dirinya kerap berdiskusi dengan para dosen untuk mewujudkan keinginanannya sambil menambah ilmu S2 di kampus yang sama. 

"Saya berterima kasih kepada pimpinan fakultas pertanian  (Prof. Nuhfil Hanani), karena mengirim dosen pembimbing yang terbaik untuk mewujudkan mimpi saya menjadi petani muda zaman now," pungkas Suyadi. (*)

Pewarta : Abdullah (CR-093)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Ahmad Sukma

Komentar

Registration