Senin, 26 Februari 2018
Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Politik

Lantunkan Shalawat Badar, Habaib dan Ulama Antar Pasangan MMC

Lantunkan Shalawat Badar, Habaib dan Ulama Antar Pasangan MMC Habaib dan ulama yang ikut mengantarkan pasangan MMC (FOTO: ajp.TIMES Indonesia)
Selasa, 13 Februari 2018 - 14:09

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Habaib dan Ulama mengantarkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, Abdul Malik Haramain dan Muzayyan Badri, menuju Gedung Islamic Centre untuk menghadiri Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Paslon, Selasa (13/2/2018).

Di antara habaib dan ulama itu, yaitu Habib Alwi Alkaf, Habib Ahmad Al Muhdor, Habib Usman Al Muhdor, KH. Tauhidullah Badri, KH Qusyairi, KH Baidhowi, KH Mas Sibaweh, KH Maimun Wafi, KH Zubair Abdullah, KH Baidowi, KH Hasani Ghozali, dan KH Suhadak Nasrullah.

Dengan mengenakan baju putih dan pembacaan shalawat nabi, habaib dan ulama turut berjalan kaki menuju lokasi acara. Begitu pula dengan pasangan calon dengan akronim MMC (Malik-Muzayyan Cocok).

Habaib-dan-ulama-yang-ikut-mengantarkan-pasangan-MMC-2.jpgAbdul Malik Haramain (kanan) dan Muzayyan Badri (kiri) (FOTO: ajp.TIMES-Indonesia)

"Shalatullah, Salamullah. 'Ala Thaha Rasulullah//Shalatullah, Salamullah, 'Ala Yasin Habibillah..." kata habaib dan ulama, melantunkan bait Shalawat Badar secara serempak, sambil berjalan mengiringi Abdul Malik Haramain dan Muzayyan Badri di barisan depan.

Dalam pengundian nomor urut, pasangan calon yang diusung koalisi PKB (8 kursi) dan Partai Demokrat (1 kursi) ini, mendapatkan nomor urut 2 dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo, Juni 2018 nanti. Malik merupakan cucu dari KH. Fadhol, yang kini tercatat sebagai pimpinan komisi VIII DPR-RI.

Adapun Muzayyan Badri, merupakan putra Pendiri Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, KH. Badri Masduqi.

Pasangan dari kalangan pesantren ini, memiliki sejumlah program unggulan bila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.

Meliputi, satu desa satu ambulan, dana desa untuk rakyat, tunjangan RT/RW Rp 200.000/bulan, pelayanan publik tanpa pungli.

Kemudian ada juga program penempatan PNS yang profesional; insentif guru ngaji, TPQ dan Madin; percepatan pembangunan jalan yang layak; dan santunan kematian untuk warga miskin. (*)

Pewarta : Ahmad Fais (CR-090)
Editor : AJP-7 Editor Team
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration