Peristiwa - Nasional Manusia Setengah Bionic (5)

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu ILUSTRASI: Dahlan Iskan (GRAFIS: Opic/TIMES Indonesia)
Selasa, 13 Februari 2018 - 08:29

TIMESINDONESIA, JAKARTASakit yang diderita sang Begawan Media, Dahlan Iskan, sangatlah parah, Aorta Dissection. Perobekan pembuluh darah besar. Namun di tengah sakitnya itu, Dahlan tetaplah Dahlan. Ia tetap tegar dan selalu berpikir positif atas apa yang dialaminya. Berikut lanjutan tulisan Dahlan Iskan yang dipublish ulang TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id)(timesindonesia.co.id) (timesindonesia.co.id) dari disway. 

***

ROBERT LAI menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat.

Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum pesawat yang saya naiki jenis 737 yang lebih rendah dari posisi terminal.

Baru sekali ini saya merasakan beratnya nafas. Jalan beberapa langkah harus berhenti. Istri saya memang melarang saya pergi sendirian dalam kondisi sakit.

Tapi saya ngotot tidak perlu ada yang menemani. Toh begitu keluar bandara sudah ada Robert Lai. Yang mampu mengurus semua keperluan. Pendamping saya nanti hanya akan menambah beban. Terutama beban untuk Robert.

Sepanjang jalan di terminal menuju imigrasi saya terus disalib penumpang lain. Untungnya banyak yang minta foto bersama. Lumayan. Saya bisa berhenti lagi dan berhenti lagi dengan alasan lagi berpose. Padahal sebenarnya saya memang ingin berhenti.

Saya paksakan tersenyum di depan kamera. Mereka tidak tahu tersiksanya dada ini.

Robert sudah menunggu di luar. Saat menuju tempat parkir mobilnya, saya tertinggal jauh di belakangnya. “Dengan jalan seperti ini kamu terlihat begitu tuanya,” katanya berseloroh.

Dia tidak tahu saya benar-benar menderita. “Benar-benar sakit ya?” tanyanya. Lalu merebut tas saya untuk dia bawa. Biasanya saya memang berjalan lebih cepat dari Robert.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : disway

Komentar

Registration