Peristiwa - Daerah

M Muwafaq, Kades yang Juga Dosen dan Kreator Ponpes Pencetak Hafiz

M Muwafaq, Kades yang Juga Dosen dan Kreator Ponpes Pencetak Hafiz Kepala Desa Melirang, Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, M. Muwafaq (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)
Senin, 12 Maret 2018 - 14:17

TIMESINDONESIA, GRESIK – Menjadi seorang Kepala Desa (Kades) Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, M. Muwafaq juga mendedikasikan dirinya di dunia pendidikan. 

Lelaki 43 tahun itu merupakan dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darutaqwa, Gresik dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Falah, Panceng, Gresik. 

Kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Muwafaq yang juga kandidat doktor studi ekonomi islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) itu menyatakan bahwa dedikasinya di dunia pendidikan adalah bentuk dari pengabdian. 

"Sebelum jadi kades memang sudah menjadi guru di Desa Melirang," katanya, Senin (12/3/2018). 

Untuk membagi waktu antara menjadi kades dan dosen, Muwafaq menjelaskan dirinya merasa tidak terbebebani. Bahkan, dirinya senang bisa menjalani kedua profesi tersebut. 

"Pagi sampai siang hari di kantor, kalau sore nanti ngajar di kampus. Kalau kita menjalani dengan ikhlas pasti semua akan berjalan dengan baik," tutur dia. 

Muwafaq menilai, berdedikasi di dunia pendidikan adalah salah satu cita-citanya. Apalagi, dirinya menjadi kades, harus bisa berkontribusi bagi masyarakat dan khususnya di dunia pendidikan. "Pendidikan itu wajib bagi saya," tuturnya. 

M-Muwafaq.jpg

Tak berhenti menjadi dosen, Muwafaq juga menjadi kreator lembaga Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) khusus mencetak penghalaf Alquran (Hafiz) di desanya. 

Dia berharap pesantren yang didirikan khusus mencetak Hafiz tersebut bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Apalagi, santrinya berasal dari masyarakat kurang mampu dan anak yatim piatu.

”Sudah ada 12 anak. Kalau pagi, mereka sekolah gratis di sekolahan formal,” papar alumnus S2 Ekonomi, Undar, Jombang tersebut. 

Menjadi kreator Ponpes PIQ, Muwafaq mengaku menjalankan pesan dari gurunya yang berada di Kota Malang. "Petuah dari guru saya dulu waktu mondok," ucapnya.  (*)

Jurnalis : Akmalul Azmi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration