Senin, 17 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

Merasa Dipermalukan, Aspidsus Kejati Sulut Akan Gugat Lion Air

Merasa Dipermalukan, Aspidsus Kejati Sulut Akan Gugat Lion Air Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulawesi Utara, M Rawi (kiri) dan Asisten Manager Lion Air di Bandara Internasional Juanda, Dyan Eko saat proses dialog. (FOTO: Rudi/TIMES Indonesia)
Minggu, 11 Maret 2018 - 23:37

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulawesi Utara, M Rawi akan melayangkan gugatan terhadap Maskapai Lion Air.

Dia merasa diperlakukan tidak profesional oleh dua oknum staf Maskapai Lion Air saat akan terbang dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara.

"Saya akan gugat Lion Air. Saya diperlakukan tidak baik di depan umum dan dirugikan secara materiil dan imateriil, oleh petugas gate Lion Air tadi," kata M. Rawi saat ditemui sejumlah jurnalis di  Hotel Ibis Juanda, Minggu (11/3/2018) malam.

M Rawi mengungkapkan dia dimaki di depan umum yang disaksikan banyak calon penumpang. Tak hanya itu, petugas Lion Air juga bilang akan melaporkan saya ke pihak Kepolisian. 

"Waktu saya diperlakukan begitu saya hanya diam dan tidak menunjukkan jati diri saya meski disalah-salahkan oleh petugas gate Lion Air tersebut. Saya  yang dirugikan karena gagal terbang dan tidak bisa tugas menyambut hari kerja pertama Kajati Sulut besok, kok malah saya dibentak-bentak," ungkapnya.

M Rawi menceritakan,  penyebab dirinya akan dilaporkan ke polisi oleh petugas gate Lion Air itu, karena petugas Lion Air merasa dipukul dengan tas miliknya.

"Itu tas kecil isinya HP, saya tidak memukul. Jadi waktu saya konfirmasi terkait penerbangan pesawat yang akan saya tumpangi, petugas tersebut tidak menghiraukan, kemudian tas tangan untuk kantong ponsel itu saya sentuhkan untuk menegur petugas itu, sebab petugas tersebut tidak memperhatikan pertanyaan saya," jelasnya.

M Rawi menegaskan jika tuduhan dirinya memukul yang dituduhkan staf Lion Air itu tidak benar dan dirinya menduga bahwa oknum petugas gate Lion Air itu ingin menakutinya karena melihat penampilanya.

"Ada CCTV kan yang merekam kejadian tadi, ayo kita saksikan rekaman CCTV itu. Jangan menuduh saya katanya memukul, buktinya ada kok di rekaman CCTV Bandara. Saya juga tidak keberatan jika pihak Lion Air melaporkan saya atas tuduhan stafnya tadi ke polisi. 

"Saya tantang dan berharap petugas gate Lion Air tadi benar benar melaporkan saya kepolisi. Jika dilaporkan kepolisi maka akan jelas masalah ini. Saya sangat senang jika kasus ini dibawa ke ranah hukum," tegas Rawi.

Sementara itu, Asisten Manager Lion Air di Bandara Internasional Juanda, Dyan Eko, mengatakan bahwa masalah tersebut hanya persoalan kesalahpahaman.

"Tadi sudah kita lakukan pertemuan antara saya dan dua petugas kami. Kita sudah menawarkan solusi dan kebijakan soal penerbangan kepada yang bersangkutan, tapi bapaknya tidak mau," kata Dyan.

Ditanya terkait ancaman laporan ke polisi oleh petugas Lion Air kepada Rawi, Dyan mengatakan jika masalah itu bukan urusan Lion Air lagi, melainkan urusan pribadi yang bersangkutan.

"Itu urusan intern (pribadi) yang bersangkutan dengan staf kami, bukan atas nama Management Perusahaan Lion Air," pungkas Dyan. (*)

Jurnalis : Rudi Mulya
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration