Minggu, 23 September 2018
Politik

Incumbent Gagal Jadi Calon Tunggal di Probolinggo

Incumbent Gagal Jadi Calon Tunggal di Probolinggo ILUSTRASI - Pilkada Serentak (Grafis: TIMES Indonesia)
Sabtu, 10 Maret 2018 - 22:25

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Incumbent P. Tantriana Sari sempat digadang-gadang menjadi calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Itu karena mayoritas parpol di parlemen mendukungnya. 

Tapi keberhasilan PKB menggandeng Partai Demokrat, membuyarkan harapan itu. PKB kala itu hanya butuh tambahan satu kursi untuk mengantarkan ketuanya, Abdul Malik Haramain, menantang Incumbent di Pilkada. Kekurangan itu didapat dari Partai Demokrat.

Menanggapi hal ini, suami incumbent yang pernah dua periode menjadi Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin menyatakan dirinya memang tak menginginkan calon tunggal karena tak mau menghambat demokrasi di Kabupaten Probolinggo. 

Kepada wartawan, politisi NasDem ini mengatakan dirinya bisa saja meminta dukungan Partai Demokrat kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan demikian, Abdul Malik Haramain yang kini jadi penantang incumbent kehilangan tiket maju.

Tapi hal itu tak dilakukannya. "Dengan seperti itu, memberi kesempatan kepada sana untuk ikut berpesta," kata Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPP Partai NasDem ini. 

Sebagai informasi, ada dua Paslon dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo. Pertama, duet incumbent P. Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko (HATI), serta Paslon Abdul Malik Haramain dan Muhammad Muzayyan.

Duet HATI diusung koalisi Partai NasDem, PDIP, Golkar, PPP dan Gerindra. Sedangkan Malik-Muzayyan, diusung koalisi PKB dan Partai Demokrat. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration