Sabtu, 15 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

PDAM Batu jangan Hanya Sebagai Penyalur Air

PDAM Batu jangan Hanya Sebagai Penyalur Air ILUSTRASI: Petugas sedang memeriksa saluran air PDAM. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Rabu, 07 Februari 2018 - 23:04

TIMESINDONESIA, BATU – Kritik beberapa fraksi partai mewarnai rapat paripurna DPRD kota Batu terhadap penyampaian pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Batu, Rabu (7/1/2018).

Rapat ini merupakan tanggapan dari tiga Raperda kota Batu tentang; sistem penyediaan air minum, pembentukan PDAM dan penyertaan modal pada PDAM yang diselenggarakan tanggal 24 Januari lalu. Rapat diikuti oleh tujuh fraksi partai yakni PDIP, Gerindra, PKB, Golkar, PAN, Demokrat dan Hanura, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Sekda, Perwakilan PDAM, BPN, Polres dan Perwakilan Bank Jatim.

Salah satu kritik disampaikan oleh fraksi Demokrat yang diwakili oleh Deddy Irfan Alwany selaku juru bicara. Deddy menilai BUMD di beberapa wilayah Indonesia masih memiliki beberapa masalah antara lain; belum terpenuhinya akses-akses BUMD yang profesional yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas dan independensi.

Selain itu, lanjutnya pengelolaan yang tidak profesional dikarenakan komisaris, direksi dan staf yang tidak kompeten.

"Kolusi dan nepotisme yang terjadi di dalam BUMD,  campur tangan birokrasi yang kuat, banyak aset perusahaan yang tidak produktif, sistem marketing yang lemah, buruknya kinerja BUMD dan lain-lain, ini merupakan penelitian dari beberapa ahli," katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, pelayanan terhadap pengkajian air bersih PDAM di daerah perkotaan masih kurang dapat perhatian yang layak dari pengelola.

Jurnalis : Nailulah Khoiruluman (MG)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration