Senin, 26 Februari 2018
Peristiwa - Daerah

Kinerja Dewan Sumenep Dipertanyakan Terkait Tiada Skoring Hasil KIP

Kinerja Dewan Sumenep Dipertanyakan Terkait Tiada Skoring Hasil KIP Salah satu pengamat hukum di Sumenep, Herman Wahyudi (FOTO: Busri Toha / TIMESIndonesia)
Minggu, 14 Januari 2018 - 17:54

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 12 peserta calon anggota Komisi Informasi (KI), Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPRD setempat akhir 2017 lalu. Hasilnya, komisi I memilih 5 orang sebagai anggota KIP.

Namun, hingga kini hasilnya masih berada di meja pimpinan DPRD Sumenep. Legislatif belum menyerahkan ke eksekutif untuk dilakukan pelantikan. Alasannya, masih banyak sorotan dari masyarakat karena tidak disertai skoring hasil fit and proper test tersebut.

Salah satu pengamat hukum Sumenep, Herman Wahyudi, SH masih mempertanyakan terkait rekruitmen KIP. Salah satu yang tetap menjadi ganjalan di masyarakat adalah tidak adanya nilai atau skoring dari hasil fit and proper test dewan.

”Semestinya, ada sekoring yang bisa dijadikan barometer atas keterpilihan seseorang. Jika tidak ada skoring sebagai barometer, tentu banyak orang curiga terhadap komisi I DPRD Sumenep. Objektivitas dan landasan rasionalitas-akademik tidak ada,” tegas Herman Wahyudi kepada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Seharusnya, kata Herman Wahyudi, Fit and Proper Test atas KIP oleh Komisi 1 DPRD dilakukan secara terbuka. Namun, tidak demikian di DPRD Sumenep.

”Kenapa tidak demikian, apakah ini menunjukkan adanya agenda lain oleh oknum komisi I DPRD Sumenep di luar proses normatif kerja-kerja kedewanan? Acuan epistemologis dari kerja para anggota dewan yang terhormat ini di mana?,” tanya Herman Wahyudi.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma dalam sebuah wawancara dengan wartawan mengatakan, tidak segera diserahkan hasil KIP ke eksekutif karena masih banyak sorotan dan berencana untuk melakukan konsultasi hasil uji kelayakan kepada KI Pusat.

”Uji kelayakan yang digelar Komisi I telah kami terima. Hanya saja sebagian peserta ada yang merasa keberatan, karena tidak ada skoring nilai,” kata Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/1/2018) lalu.

Herman, untuk diserahkan keeksekutif masih menunggu hasil konsultasi KI Pusat. Alasannya, tidak ingin hasil seleksi KI mendapat protes dari masyarakat.

”Sabar. Rencana pekan depan akan berkonsultasi ke KI pusat. Nanti hasilnya akan kami informasikan kepada masyarakat,” ucapnya. (*)

Pewarta : Busri Toha
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Registration