Senin, 26 Februari 2018
Politik Pilkada Cirebon 2018

Tak Penuhi Permintaan Mahar, Pasangan Siswandi-Euis Gagal Maju

Tak Penuhi Permintaan Mahar, Pasangan Siswandi-Euis Gagal Maju ILUSTRASI: Pilkada (Grafis:.TIMES Indonesia)
Minggu, 14 Januari 2018 - 08:17

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kasus gagal maju pilkada akibat mahar politik kembali terjadi. Kali ini di Pilkada Cirebon 2018.

Pasangan Brigjen Pol Siswandi dan Euis Fety Fatayati yang diusung  Koalisi Umat yang terdiri dari PAN, Gerindra dan PKS gagal maju di Pemilihan Wali Kota Cirebon 2018.

Menurut Brigjen Siswandi, dia tidak bisa menyanggupi permintaan uang mahar dari salah satu partai pengusung yang mencapai miliaran rupiah. Namun, dia tidak menyebut bilangan uang mahar yang diminta tersebut.

"Terima kasih kepada partai pengusung koalisi umat khususnya Gerindra dan PAN yang tidak meminta mahar sedikitpun," kata Siswandi Cirebon, Sabtu (13/1/2018).

Siswandi mengaku bahwa akibat tak bisa memenuhi permintaan uang mahar tersebut, rekomendasi dari partai PKS tidak turun.

"Pembicaraan sudah mengarah kepada mahar dan menyebut angka naik turun sampai pada malam itu (batas akhir pencalonan) naiknya lima kali lipat. Itu sangat saya sayangkan, sedangkan saya komitmen dari awal mencalonkan tidak bermahar," tuturnya.

Sampai batas akhir pendaftaran ke KPUD setempat, pasangan tersebut gagal memperoleh rekomendasi. Jumlah minimal persyaratan kursi DPRD sebagai syarat pencalonan kurang karena dukungan PKS belum diterima.

Sementara, ketika akan dikonfirmasi mengenai mahar yang diminta oleh PKS, pengurus partai tersebut tidak ada di kantor dan ketika ditelpon tidak ada jawaban.

Pilkada Cirebon dipastikan hanya diikuti oleh dua pasangan, yaitu petahana Nasrudin Azis-Eti Herawati serta Setiawan Budiman-Effendi Edo. (*)

Pewarta :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : Antara News

Komentar

Registration