Kamis, 22 Februari 2018
Politik Pilgub Jatim 2018

Ini Catatan Pengamat Politik Unair Soal Kombinasi PKB-PDIP di Pilgub Jatim

Ini Catatan Pengamat Politik Unair Soal Kombinasi PKB-PDIP di Pilgub Jatim ILUSTRASI - Koalisi PKB dan PDIP pada Pilgub Jatim 2018 (Grafis: TIMES Indonesia)
Sabtu, 13 Januari 2018 - 10:16

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Majunya Bakal Calon Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama sang Wakil Gubernur, Puti Guntur Soekarno, dalam Pilgub Jatim Juni 2018, penuh dengan kejutan. 

Pengamat Politik Unair, Haryadi mencatat, pasangan yang diusung koalisi PKB dan PDIP itu, telah menjalani proses panjang sebelum akhirnya mendaftar ke KPU, Rabu (10/1/2018) malam.

Ada sembilan catatan yang dituangkan Haryadi dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id). Menurutnya, hentakan-hentakan politik dalam dinamika Pilgub Jatim, tak pernah dibayangkan sebelumnya. Pula, tak pernah ada rujukan bandingan dengan pilgub di tempat lain atau pun pada waktu lain di Indonesia.

Awalnya, Gus Ipul yang menjabat sebagai Wagub dua periode mendampingi Pakde Karwo, terkesan kuat akan mendapat tongkat estafet berupa dukungan maju dalam kontestasi Gubernur 2018 oleh Pakde Karwo. Setidaknya, hal ini konon pernah diutarakan Pakde secara langsung pada Gus Ipul maupun para Kiai khos di Jatim.
 
Beberapa kali konon Pakde berupaya menarik Gus Ipul agar masuk ke dalam Partai Demokrat yang diketuainya. Tapi selalu di tolak oleh Gus Ipul, karena merasa tetap nyaman sebagai representasi NU. Bahkan sejak awal bergandengan, posisi Gus Ipul adalah representasi NU.

Pewarta : Muhammad Iqbal
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration