Peristiwa - Nasional

Bersamaan dengan Gerhana Bulan, Harlah NU Ke-92 Jadi Istimewa

Bersamaan dengan Gerhana Bulan, Harlah NU Ke-92 Jadi Istimewa Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan. (Foto: Jawa Pos)
Rabu, 31 Januari 2018 - 13:01

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan mengatakan peringatan 92 tahun NU pada 31 Januari 2018, menjadi istimewa karena disambut dengan gerhana "bluemoon" yang menjadi momen istimewa dan langka di dunia.

"Semoga ini membawa terang bagi NU untuk terus menyinari Indonesia dengan kedamaian dan persaudaraan yang menjadi dasar membawa kesejahteraan rakyat," katanya di Jakarta (31/1/2018).

Selama 92 tahun keberadaannya, Nahdlatul Ulama (NU) sangat berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai kedamaian dan persaudaraan yang menjadi dasar dalam membawa kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Karena itu NU bukan hanya menjadi milik warga Muslim, tapi banyak warga non-muslim ikut merasakan memiliki NU, ikut merasakan nilai-nilai Islam yang teduh," tambahnya.

Seperti diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asy'ari Jalan Dan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (31/1) malam.

Acara Harlah ini dilaksanakan pada pukul 19.30 sampai 22.25 WIB dan dimulai dengan pelaksanaan shalat gerhana bulan.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sejumlah menteri dan beberapa duta besar negara sahabat dijadwalkan hadir dalam acara ini.

Pada peringatan tersebut Presiden Jokowi akan menyampaikan amanat, Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin mengisi tausiyah, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan sambutan.

Harlah kali ini mengusung tema Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama: Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah untuk Indonesia Sejahtera.

Tema tersebut diangkat untuk merajut benang perbedaan. Apalagi 2018 memasuki perhelatan pilkada serentak di 171 daerah agar persatuan sesama anak bangsa kembali terjalin dengan harmonis. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration