Opini

Mewujudkan Desa Anti Korupsi

Mewujudkan Desa Anti Korupsi Zainal Muttakin, Mahasiswa Universitas Islam malang. (Grafis: TIMES Indonesia)
Sabtu, 30 Desember 2017 - 23:02

TIMESINDONESIA, MALANG – Pada 9 Desember 2017 kemarin, secara serentak bangsa di semua belahan dunia memperingati Hari Anti Korupsi Internasional. Beragam motif perayaan dilakukan, tujuannya memberikan perhatian khusus kepada koruptor yang mengancam hajat hidup orang banyak sekaligus mengajak semua element bangsa di seluruh dunia untuk terlibat secara pro aktif dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi. 

Di sisi lain, tepat pada tanggal 29 Desember 2017, KPK juga menginjak usia yang ke-14 tahun. Jika dikaitkan dengan proklamasi kemerdekaan pada Agustus yang lalu, lagi-lagi ini adalah momentum refleksi bagi kita semua untuk meraba kembali dinamika korupsi yang masih terjadi di Indonesia. 

Ajakan pemerintah yang terekam dalam kalimat “72 Indonesia Tahun Kerja Bersama” sejatinya mendorong kita semua untuk bahu-membahu, gotong royong membersihkan Indonesia dari ancaman korupsi.

Seperti yang kita ketahui bersama, Desa merupakan wilayah pemerintahan terendah di Indonesia. Adanya Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa merupakan dorongan pemerintah pusat melalui asas desentralisasi untu memberikan kesempatan yang seluas- luasnya kepada   pemerintah   desa   untuk   mengelola   sumber   daya   alam   di wilayahnya masing-masing. 

Sebangun dengan hal itu, diorbitnya program kerja unggulan  Kementrian  Desa  dan Pembangunan  Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi berupa pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), produk unggulan  desa  (Prudes),  pembuatan  waduk  mini,  dan  pembentukan  sarana olahraga merupakan pengakuan lebih formal negara terhadap pentingnya pemerataan  pembangunan  nasional.  

Jurnalis : Zainal Muttakin
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration