Pendidikan

Bondowoso Wujudkan Pendidikan Inklusif

Bondowoso Wujudkan Pendidikan Inklusif Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, memukul gong tanda dimulainya Bondowoso Ramah Pendidikan Inklusif. (FOTO: Sofy/TIMES Indonesia)
Rabu, 27 Desember 2017 - 13:59

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bondowoso wujudkan pendidikan inklusif. Hal ini ditandai dengan launching Bondowoso Ramah Pendidikan Inklusif di Gedung EDC, Bondowoso, Jawa Timur. 

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni dalam sambutannya menerangkan bahwa setiap anak yang lahir berhak mendapatkan pendidikan di sekolah yang berstandar baik, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) dan berbakat istimewa. Selama ini kata dia, ABK belum mendapatkan hak pendidikannya secara penuh karena masih terganjal sistem pendidikan yang eksklusif. 

"Selama ini kita tahu bahwa seorang anak difabel dan berkebutuhan khusus hanya diperkenankan bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang letaknya hanya di kota. Sedangkan banyak difabel dan ABK yang juga ada di desa dan belum menerima pendidikan seperti manusia pada umumnya. Nah ini yang berusaha kita atasi," kata Amin, Rabu (27/12/2017).

Ia menegaskan usai launching Bondowoso Ramah Pendidikan Inklusif, tidak ada sekolah yang boleh menolak anak difabel dan berkebutuhan khusus. Sebanyak 800 tenaga pengajar kata Amin, juga telah dibekali kemampuan untuk menangani siswa berkebutuhan khusus tersebut.

"Guru ini kita latih sehingga punya kemampuan khusus yang bisa menangani anak-anak difabel dan berkebutuhan khusus yang lain," tambahnya. 

amin-husni-said-bondowoso.sofya.jpg

Pemkab Bondowoso kata Amin, juga telah membentuk kelompok kerja (Pokja) lintas OPD yang bertugas membuat rumusan terhadap pengembangan program pendidikan inklusif di Kabupaten Bondowoso. 

Amin berharap dengan launching Bondowoso Ramah Pendidikan Inklusif ini dapat meningkatkan angka lama sekolah yang nantinya bermuara pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bondowoso. Saat ini kata Amin, IPM Bondowoso berada pada posisi 31 atau naik enam tingkat dari sebelumnya berada diposisi 37 dari total 38 Kabupaten/kota se Jawa Timur. 

"Posisi ini tentu harus terus ditingkatkan ke yang lebih baik lagi. Tapi, posisi yang sudah kita peroleh merupakan capaian besar dan saya berterimakasih pada semua pihak," ujarnya. 

Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu pilot project pendidikan inklusif di Jawa Timur. Kabupaten lain yang juga menjadi pilot project pendidikan inklusif lain diantaranya adalah Kabupaten Tuban, Ponorogo dan Pasuruan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Achmad Dhafir, Ketua Dewan Pendidikan Bondowoso Syaeful Bahar, Sekda Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Endang Hardiyanti. (*)

Jurnalis : Aminatus Sofya
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration