Opini

Membangun Kualitas Pelayanan Prima

Membangun Kualitas Pelayanan Prima Hayat, Dosen Ilmu Administrasi Publik Universitas Islam Malang dan Peneliti Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan. (Grafis: TIMES Indonesia)
Senin, 25 Desember 2017 - 12:02

TIMESINDONESIA, MALANG – Persoalan kualitas pelayanan publik masih menjadi tantangan yang harus terus dilakukan perbaikan-perbaikan menuju pelayanan yang prima. Terutama pada pelayanan administrasi yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Pelayanan administrasi tersebut misalnya mulai dari mal administrasi, perilaku aparatur, sistem yang masih “ribet” dan banyak persoalan lain yang harus segara diselesaikan.

Namun demikian, persoalan pelayanan publik bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat pula sebagai penerima layanan untuk memberikan masukan, saran, ide, gagasan atau kritik membangun untuk sebuah pelayanan yang berkualitas.  

Tetapi persoalan bersama yang harus dipecahkan secara bersama-sama pula. Pelayanan publik adalah untuk memberikan aspek layanan kepada masyarakat umum yang berorientasi kepada public service. Tujuan inilah yang menjadi kaidah utama dalam penyelenggaraan pelayanan.

Oleh karena itu, bukan menjadi tanggung jawab mutlak dari penyelenggara dan pemberi layanana, tetapi masyarakat sebagai penerima layanan juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menciptakan layanan yang prima. Masyarakat tidak boleh apatis terhadap proses pelayanan yang diberikan.

Masyarakat menjadi tonggak suksesi pelayanan yang berkualitas dan baik. Karena dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat pelayanan itu sepenuhnya diberikan. 

Partisipasi dan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam penyelenggaraan pelayanan publik dapat menyelesaikan persoalan pelayanan yang diberikan serta memberikan implikasi yang baik terhadap penyelenggaraan pelayanan.

Jurnalis : Hayat (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration