Opini Universitas Islam Malang

Online learning, mungkinkah diterapkan di Indonesia?

Online learning, mungkinkah diterapkan di Indonesia? Muhammad Yunus (GRAFIS: TIMES Indonesia)
Jum'at, 22 Desember 2017 - 21:11

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tulisan ini terinspirasi ketika penulis mendampingi Rektor Unisma dan rombongan ketika melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Charles Darwin University (CDU), Australia dengan Universitas Islam Malang,Indonesia hari Senin, 18 Desember 2017 yang lalu.

Sebelum dilakukan nota kerjasama, Prof. Greg Shaw yang bertindak atas nama Charles Darwin University banyak menjelaskan tentang system pendidikan di CDU. Salah satunya yang menarik untuk direnungkan penulis adalah system pembelajaran online yang diterapkan di CDU. Pembelajaran online di CDU hampir mendapatkan porsi 70% lebih. Artinya adalah separuh dari pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan system online, dan selebihnya dilaksanakan di kampus.

Pembelajaran online adalah lawan dari pembelajaran on campus. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk mendapatkan materi dan penjelasan dari dosen. Mahasiswa yang terdaftar di kampus akan mendapatkan nomor mahasiswa dan berhak mendapatkan kompetensi sesuai dengan standar yang ditetapkan kampus. Kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan harus dipenuhi seperti halnya pembelajaran on campus. Hanya bedanya mereka tidak perlu ada pembelajaran di kelas seperti yang biasa dilaksanakan di Indonesia, tetapi cukup mendengarkan dari kejauhan. Materi dan penjelasannya sudah disiapkan oleh dosen dan jika ada pertanyaan mereka bisa berinteraksi menggunakan online talk seperti skype dan semacamnya.

Materi pembelajaran standar kompetensi yang harus dicapai antara online dan on campus sama. Tidak ada perbedaan antara keduanya. Hanya saja mereka berbeda pada kehadiran fisik, on campus fisik hadir di kampus sementara online cukup dilakukan dengan menggunakan internet. Tentunya jangan dibayangkan online learning hanya memberikan mahasiswa materi dan meminta mereka menyimak tanpa ada interaksi. Interaksi tetap murni dilakukan. Sementara self-regulated learning harus menjadi modal mahasiswa ketika mengikuti proses pembelajaran ini. 

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Ahmad Sukma

Komentar

Registration