Selasa, 20 November 2018
Peristiwa - Daerah

Sinoman, Tradisi Unik Hajatan di Lereng Gunung Bromo

Sinoman, Tradisi Unik Hajatan di Lereng Gunung Bromo Tradisi Sinoman di Kecamatan Sukapura, Probolinggo
Jum'at, 05 Januari 2018 - 17:43

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ada tradisi menarik di lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim, saat ada tetangga yang punya hajatan. Namanya Tradisi Sinoman. Yakni tradisi guyub dan gotong royong membantu tetangga yang punya hajat. Membantu memasak misalnya.

Mulai dari menumbuk padi atau bahan lain di lesung, sampai menyiapkan hidangan. Yang menarik, saat menumbuk padi ini. Ibu-ibu melakukannya bersama-sama, hingga menghasilkan bunyi yang enak didengar.

Bunyi dari lesung yang ditumbuk, menghasilkan paduan suara tak ubahnya alat musik. Alunan 'musik' dari lesung ini, begitu diresapi hingga sering membuat ibu-ibu yang menumbuk tanpa sadar bergoyang.

Ini seperti yang terlihat dari video yang diperoleh TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) dari Camat Sukapura, Yulius Christian. Dalam video berdurasi 1,1 menit tersebut, terlihat lima perempuan menumbuk lesung bersama-sama.

"Itu di hajatannya Kades Kedasih, Suliyanto," kata Yulius, Jumat (5/1/2018) siang. Tradisi itu mirip dengan tari Ronjengan Agoyang, yang dipopulerkan seniman Probolinggo, almarhum Tombol. Tapi lebih natural. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration