Selasa, 20 November 2018
Peristiwa

Bencana Longsor Paling Banyak Makan Korban Jiwa

Bencana Longsor Paling Banyak Makan Korban Jiwa ILUSTRASI: Bencana tanah longsor. (FOTO: Dok TIMES Indonesia)
Jum'at, 29 Desember 2017 - 15:52

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tahun 2017 segera berakhir. Bencana selalu menyertai setiap waktu di tahun 2017. Data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 2.341 kejadian bencana selama tahun 2017.

Rincian kejadian bencana tersebut terdiri dari banjir (787), puting beliung (716), tanah longsor (614), kebakaran hutan dan lahan (96), banjir dan tanah longsor (76), kekeringan (19), gempa bumi (20), gelombang pasang dan abrasi (11), dan letusan gunung api (2).

"Sekitar 99 persen adalah bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipengaruhi oleh cuaca dan aliran permukaan," papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat, (29/12/2017).

Sutopo mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan akibat bencana selama tahun 2017, tercatat 377 orang meninggal dan hilang, 1.005 orang luka-luka dan 3.494.319 orang mengungsi dan menderita.

Sementara kerusakan fisik akibat bencana meliputi 47.442 unit rumah rusak (10.457 rusak berat, 10.470 rusak sedang dan 26.515 rusak ringan), 365.194 unit rumah terendam banjir, dan 2.083 unit bangunan fasilitas umum rusak (1.272 unit fasilitas pendidikan, 698 unit fasilitas peribadatan dan 113 fasilitas kesehatan).

Di antara jenis bencana yang terjadi, bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Sejak tahun 2014 hingga 2017 tercatat 156 orang tewas, 168 jiwa luka-luka, 52.930 jiwa mengungsi dan menderita, dan 7 ribu lebih rumah rusak akibat longsor selama 2017.

"Seringkali longsornya kecil namun menyebabkan satu keluarga meninggal dunia," ujar Sutopo.

Menurutnya hal tersebut disebabkan jutaan masyarakat tinggal di daerah-daerah rawan longsor sedang hingga tinggi dengan kemampuan mitigasi yang belum memadai.

"Implementasi penataan ruang harus benar-benar ditegakkan untuk mencegah daerah-daerah rawan longsor berkembang menjadi permukiman," imbuhnya. (*)

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration