Minggu, 19 Agustus 2018
Peristiwa Majestic Banyuwangi

Tambah Akses Wisata, Kapal Cepat Banyuwangi-Bali Beroperasi

Tambah Akses Wisata, Kapal Cepat Banyuwangi-Bali Beroperasi Kapal Cepat Marina Srikandi 18 untuk penyeberangan Banyuwangi-Bali di Pelabuhan Boom Banyuwangi. (FOTO: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)
Kamis, 28 Desember 2017 - 19:52

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kapal cepat penyeberangan dari Banyuwangi ke Kabupaten Badung Bali kembali beroperasi mulai hari ini, Kamis (28/12/2017).

Kapal Marina Srikandi 18 berkapasitas 145 orang akan melakukan sekali perjalanan setiap harinya. Bertolak dari Pelabuhan Boom Marina Banyuwangi pukul 9 pagi, 2 jam kemudian telah sampai di Pelabuhan Kedonganan, dan kembali lagi ke Banyuwangi jam 1 siang.

Kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), owner kapal Mulyadi Sukito mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar penyeberangan ini bisa terus beroperasi. Pasalnya 2 tahun lalu pernah digelar penyeberangan kapal cepat Banyuwangi-Bali, namun bertahan hanya 1 bulan.

Kapal-Cepat-Banyuwangi-2.jpg

"Dulu melewati jalur Laut Selatan, ke Pelabuhan Serangan, di Denpasar Barat. Sekarang ke Dermaga Kedonganan, lebih cepat, lebih aman dan lebih murah," kata Mulyadi.

Dia juga mengatakan telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan banyak relasi agar pelayanan penyeberangan cepat ini bisa terus berjalan. Dengan tarif sekitar setengah juta rupiah, dikatakannya jumlah penumpang 50 persen dari kuota maksimal sudah cukup untuk menutup biaya operasional.

Kegagalan operasional dahulu dikarenakan pembahasan penyandaran di Pelabuhan Kedonganan belum selesai dibicarakan. Namun kini masalah itu sudah selesai, izin sandar di pelabuhan ramai wisatawan itu dan izin trayek angkutan umum dikatakannya telah keluar.

Kapal-Cepat-Banyuwangi-3.jpg

"Kalau nggak sandar di Kedonganan memang tidak bisa," kata Mulyadi lagi.

Selain menjadi penambah aksesibilitas pariwisata Banyuwangi, penyeberangan kapal cepat ini juga bisa membantu akses pengunjung Bali, pulang melalui Bandara Banyuwangi, saat Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup bila terdampak erupsi Gunung Agung, seperti yang terjadi beberapa pekan lalu. (*)

Jurnalis : Ahmad Suudi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration