Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Rektor Unisma Kultum di Depan Komunitas Islam Darwin

Rektor Unisma Kultum di Depan Komunitas Islam Darwin Pemberian cindera mata dari Rektor Unisma ke Presiden IIFA (FOTO: ajp.TIMES Indonesia)
Senin, 18 Desember 2017 - 06:14

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kedatangan Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri M.Si dan pimpinan Unisma untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat Indonesia yang ada di Darwin mendapat sambutan luar biasa dari komunitas Islam yang ada di Darwin, Australia.

Rektor Unisma yang hadir bersama Wakil Ketua Yayasan bidang Akademik, Dekan FKIP, dan Dekan FIA disambut hangat oleh para sesepuh Indonesia di Darwin dan masyarkat Indonesia lainnya dari semua kalangan. 

Pada kesempatan ini Rektor diminta untuk memberikan materi kultum dihadapan warga Indonesia yang di Darwin ini. 

Materi Kultum yang disampaikan oleh Rektor Unisma terkait dengan pentingnya memiliki karakter kuat dalam berdakwa terlebih dimasyarakat yang sangat majemuk seperti Australia. Militansi adalah kunci utama dibarengi dengan pemahaman keagamaan yang komprehensif.

“Islam harus kuat. Ummatnya harus mampu menjadi duta-duta islam dalam menyampaikan islam yang rahmatal lil alamin. Pemahaman komprehensif adalah kunci dasar dibarengai dengan iktikad besar dalam menjalin dakwa terlebih dalam masyarakat yang sangat majemuk ini,” kata Rektor Unisma Minggu (17/12/2017).

Lebih lanjut Rektor Unisma ini menjelaskan bagaimana peran seorang Siti Khadijah, Istri Rasulullah SAW, dalam mengorbankan jiwa raga, materi dan semuanya untuk mendukung suksesnya misa dakwa yang dibawa oleh Rosulullah yang notabene adalah suaminya. Kita perlu chadijah-chadijah baru dalam memperjuangkan Islam ini. 

Kegiatan kultum ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara IIFA dengan Unisma. 

Jalinan kerjasama ini akan diteruskan dalam wujud nyata seperti pengiriman dosen Unisma memberikan pelatihan dan dakwa di Darwin untuk masyarakat Indonesia. Karena Darwin dengan multikultur dan multi madzhab sangat dibutuhkan pemahaman akan keagamaan yang utuh. 

“Beragama jangan fanatik, jangan ekstrim. Tirulah apa yang dilakukan oleh Buya Hamka. Bagaimana proses pemahaman Islam yang mengantarkan Beliau menjadi orang yang arif dan bijaksana dalam beragama,” pesan Maskuri.

Sementara itu Presiden IIFa, Rudi Siagawanto, menyampaikan terima kasih sebesarbesarnya kepada pihak Unisma yang telah sudi dan berkenan hadir dalam pertemuan IIFA kali ini. Apalagi pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama mewujudkan islam yang rahmatal alamin di bumi Australia ini.

“Sungguh kami sangat mengapresiasi atas kehadiran Unisma. MoU yang sudah ditandatangani ini semoga menjadi alat kemajuan Islam di Australia,” kata Rudi.(*)

Jurnalis : Muhammad Yunus (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration